Presiden Turki mohon Paus Fransiskus terus merespons kekerasan di Gaza

id presiden turki recep tayyip erdogan,paus fransiskus,palestina,serangan israel

Presiden Turki mohon Paus Fransiskus terus merespons kekerasan di Gaza

Paus Francis menyambut Presiden Turki Tayyip Erdogan dan istrinya Emine dalam sebuah pertemuan privat di Vatikan, Senin (5/2/2018). (REUTERS/Alessandro Di Meo)

Ankara (ANTARA) - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melakukan komunikasi telepon dengan Paus Fransiskus pada Senin, membahas serangan Israel yang sedang berlangsung di wilayah Palestina.

Secara khusus, Erdogan menggarisbawahi pentingnya pesan dan respon berkelanjutan dari Paus Fransiskus atas serangan Israel terhadap Palestina---yang akan membantu memobilisasi dukungan dari umat Kristen serta komunitas internasional.

Dalam percakapan kedua tokoh tersebut, menurut pernyataan Direktorat Komunikasi Turki, Erdogan mengatakan kekejaman sedang dilakukan di Palestina. Ia menambahkan bahwa serangan Israel tidak hanya terhadap Palestina, tetapi juga terhadap semua Muslim, Kristen, dan kemanusiaan.

Selain menutup akses ke Masjid Al-Aqsa dan Gereja Makam Suci, membatasi kebebasan beribadah, membunuh warga sipil tak berdosa di tanah Palestina, melanggar martabat manusia, Erdogan mengatakan pendudukan Israel juga membahayakan keamanan regional.

Baca juga: Paus Fransiskus "tersakiti" keputusan Turki atas Hagia Sophia

Erdogan menyatakan semua umat manusia harus bersatu melawan praktik ilegal dan tidak manusiawi Israel yang juga melanggar status Yerusalem.

Menekankan bahwa komunitas internasional harus membuat Israel jera melalui pelajaran yang layak dan mengambil langkah konkret ke arah ini, Erdogan mengatakan Palestina akan terus dibantai selama komunitas internasional tidak menghukum Israel, yang telah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Dia mencatat bahwa Turki telah melakukan diplomasi yang intens di semua panggung internasional yang relevan, terutama di Perserikatan Bangsa-Bangsa, tetapi Dewan Keamanan PBB tidak dapat menunjukkan rasa tanggung jawab yang diperlukan.

Baca juga: Erdogan dan Paus bahas Yerusalem, Vatikan didemo
Baca juga: Paus Fransiskus rayakan misa di stadion militer Mesir

Selama sepekan terakhir, sekitar 200 orang tewas di Gaza akibat pemboman oleh Israel sementara 10 orang di Israel dilaporkan tewas terkena serangan roket yang dilancarkan militan Palestina.

Paus Fransiskus telah menyerukan diakhirinya konflik di Israel dan Gaza, dengan mengatakan bahwa kematian begitu banyak orang yang tidak bersalah dalam beberapa hari terakhir, termasuk anak-anak, tidak dapat diterima.

"Saya memohon ketenangan, dan bagi mereka yang bertanggung jawab untuk mengakhiri pertikaian senjata dan mengambil jalan perdamaian," kata Paus dalam pidatonya pada Minggu (16/5), kepada umat yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus, Vatikan.

"Banyak orang yang tidak bersalah telah meninggal dunia, di antara mereka ada juga anak-anak. Ini mengerikan. Tidak dapat diterima. Kematian mereka adalah tanda bahwa (orang) tidak ingin membangun masa depan, tetapi menghancurkannya ... Entah di mana kebencian dan balas dendam akan memimpin?" tutur Paus Fransiskus.


Baca juga: Paus Fransiskus disambut oleh Putra Mahkota Sheikh Mohammed bin Zayed An-Nahyan
Baca juga: Paus Fransiskus cium kaki para pemuka Sudan Selatan : jangan lagi ada perang
Sumber: Anadolu
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar