Kasus terkonfirmasi COVID-19 bertambah 4.608, dan 152 kasus kematian

id Wiku Adisasmito,kasus COVID-19,kasus sembuh,positif COVID-19

Kasus terkonfirmasi COVID-19 bertambah 4.608, dan 152 kasus kematian

Pemakaman seorang pasien probable COVID-19 di Sampit dengan protokol kesehatan, belum lama ini. ANTARA/Istimewa

Jakarta (ANTARA) - Data Satgas Penanganan COVID-19 pada Rabu (12/5) pukul 12.00 WIB menyebutkan jumlah kasus terkonfirmasi COVID-19 bertambah sebanyak 4.608 kasus atau total menjadi 1.728.204 kasus.

Penambahan kasus terbanyak terjadi di Jawa Barat, yakni 814 kasus, DKI Jakarta 656 kasus dan Riau 523 kasus.

Sementara jumlah kasus sembuh bertambah 4.671 kasus atau total menjadi 1.584.878 kasus. Jumlah kasus sembuh terbanyak di Riau dengan 779 kasus, Jawa Barat 753 kasus dan DKI Jakarta dengan 674 kasus.

Sedangkan kasus meninggal bertambah sebanyak 152 kasus atau total menjadi 47.617 kasus. Penambahan kasus meninggal paling banyak terjadi di Jawa Tengah sebanyak 24 kasus, Jawa Barat dan Jawa Timur sebanyak 22 kasus, dan DKI Jakarta sebanyak 13 kasus.

Jumlah kasus aktif mengalami penurunan sebanyak 215 kasus atau total sebanyak 95.709 kasus. Jumlah spesimen yang diperiksa sebanyak 63.259 spesimen dan kasus suspek sebanyak 87.034 kasus.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito memberikan sejumlah rambu kepada masyarakat di berbagai zona dalam melaksanakan ibadah dan perayaan Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriah.

“Terkait shalat Idul Fitri bagi masyarakat di zona merah dan oranye agar memilih melakukan shalat secara berjamaah di rumah. Tujuannya menghindari kerumunan yang berpotensi terjadi penularan COVID-19," kata Wiku.

Satgas COVID-19 mencatat 12 daerah masuk dalam zona merah atau risiko tinggi penularan COVID-19, antara lain Deli Serdang (Sumatera Utara), Palembang (Sumatera Selatan), Agam, Tanah Datar, Lima Puluh Kota (Sumatera Barat), Pekanbaru, Rokan Hulu (Riau), Lembata, Sumba Timur (NTT), Majalengka (Jawa Barat), Tabanan (Bali).
 

Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar