Inilah jajanan penghilang lapar saat menikmati tur KRL Bogor-Sudirman

id jajanan stasiun,mi ayam,cilok,wisata KRL,wisata bogor,kuliner bogor,kuliner depok

Inilah jajanan penghilang lapar saat menikmati tur KRL Bogor-Sudirman

Ilustrasi mi ayam (Pixabay)

Jakarta (ANTARA) - Sebagian Anda yang ingin mengajak anak-anak atau sekedar berjalan-jalan seorang diri sembari menikmati suasana jalanan bisa mengambil tur dengan KRL dari Stasiun Bogor hingga Jakarta Kota atau Sudirman.

Maksimal harga tiket sekali jalan yang perlu Anda keluarkan sekitar Rp6 ribu dan Rp12 ribu jika pulang dan pergi.

Jika lapar melanda di tengah perjalanan, tapi tak ingin keluar uang banyak? Coba cicipi beberapa jajanan yang cukup populer di beberapa stasiun berikut:

1. Roti Maryam stasiun
Kedai pedagang roti Maryam bisa Anda temui hampir di semua stasiun, misalnya Stasiun Bogor, Cilebut, Depok Baru, Cawang dan lainnya. Biasanya pedagang akan berteriak di depan kedai "Roti Maryam, sehat kakak".

Ada berbagai varian rasa yang bisa Anda pilih dengan harga berbeda yakni original (Rp8 ribu), Cokelat (Rp9 ribu), Cokelat Kacang (Rp10 ribu) dan Daging (Rp11 ribu).

Anda bisa membawa roti ini sebagai bekal atau membeli di stasiun lalu menyantapnya selagi hangat. Satu buah roti rasanya sudah mampu mengenyangkan perut Anda yang kelaparan.

2. Cilok Stasiun Pondok Cina
Rindu jajanan pinggir jalan semacam aci dicolok alias cilok? Coba mampir ke Stasiun Pondok Cina. Dari pintu keluar stasiun berjalanlah ke arah kanan, di sana Anda menemui berbagai jajanan yang rata-rata dibanderol Rp10 ribu per porsi, salah satunya cilok.

Anda bisa memesan cilok dengan ukuran kecil dan besar lalu disiram kuah pedas tetapi masih sopan untuk lidah. Jika Anda ingin membungkusnya lalu menyantap cilok di tempat lain, pedagang biasanya akan membeli Anda sendok plastik untuk menyendok kuah cilok.

3. Bakso "WC" Stasiun UI
Sekitar tahun 2012 ada kedai bakso di Stasiun Universitas Indonesia (UI) sebelum dilakukan pembangunan, yang letaknya persis di sebelah toilet umum stasiun, sehingga sebagian mahasiswa UI menamainya bakso "WC".

Walau letaknya benar-benar bersebelahan dengan toilet, belum pernah ada yang protes mencium bau toilet saat menyantap semangkok bakso. Rasa bakso cukup mengunggah orang untuk kembali datang dan seringkali calon pembeli harus mengantre untuk bisa mendapatkan tempat duduk.

Setelah pembangunan, lokasi pedagang bakso pindah ke seberang jembatan, sisi yang sama dengan peron arah Jakarta dan posisinya juga tidak jauh dari toilet umum.

4. Bakmi ayam Stasiun Lenteng Agung
Tak jauh dari seberang pintu masuk dan keluar Stasiun Lenteng Agung arah Depok, Anda akan menemui kedai penjual mi ayam yang kerap disebut Mi Ayam Lenteng atau bakmi ayam Lenteng oleh sebagian orang. Pedagang biasanya membuka kedainya mulai pukul 14.00 WIB hingga malam hari. Seporsi mi ayam biasanya dibanderol mulai dari Rp13 ribu hingga Rp17 ribu.

5. Mi ayam Keriting Luwes Stasiun Sudirman
Kedai mi ayam "Keriting Luwes" bisa Anda temui di seberang pintu masuk dan keluar Stasiun Sudirman bagian tengah atau tepatnya di Jalan Blora. Anda bisa memesan berbagai varian mi ayam, seperti yamin dan kuah dengan tambahan bakso atau pangsit basah. Seporsi mi ayam biasanya dibanderol sekitar Rp20 ribuan.

6. Toko serba ada stasiun
Saat ini hampir di semua stasiun tersedia beberapa toko serba ada, salah satunya Lawson yang biasanya menyediakan penganan siap santap mulai dari gorengan, onigiri dan berbagai makanan rebusan ala-ala di negeri ginseng.

Sembari menunggu KRL datang mengantar Anda ke destinasi selanjutnya atau bahkan pulang ke rumah, Anda bisa menikmati jajanan di toko serba ada stasiun.
 
Pewarta :
Editor : Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar