Akibat kemarau, seratusan hektare padi sawah di Bangka Selatan gagal panen

id gagal panen,kekeringan,sawah bangka

Akibat kemarau, seratusan hektare padi sawah di Bangka Selatan gagal panen

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan saat berdialog dengan petani untuk mengatasi kekeringan selama musim kemarau di Desa Rias, Babel, Senin (ANTARA/Aprionis)

Pangkalpinang (ANTARA) - Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan 111,5 dari 1.337 hektare padi sawah di Desa Rias, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan gagal panen, karena mengalami kekeringan.

"Saat ini luas tanaman padi yang terdampak kekeringan 541,36 hektare dan 111,5 hektare gagal panen," kata Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Babel, Juadi usai meninjau sawah dan jaringan irigasi di Desa Rias, Senin.

Ia mengatakan saat ini seluas 111,5 hektare tanaman padi itu sudah mati dan tanah sawahnya mengering, karena hampir dua bulan terakhir persawahan tersebut tidak lagi dialiri air.

"Saat ini kita berupaya untuk menyelamatkan tanaman padi yang lain. Jangan sampai sisanya gagal panen lagi. Karena akan mengganggu produksi padi petani daerah ini," ujarnya.




 Kekeringan sawah ini, ujarnya, harus segera ditangani, karena jika tidak maka  gagal panen padi akan meluas.

Oleh karena itu, pemerintah provinsi bersama TNI, Polri segera melakukan tiga rencana aksi untuk mengatasi kekeringan sawah di Desa Rias yaitu melakukan pipanisasi atau pompa di seluruh areal persawahan di Desa Rias yang mengalami kekeringan.

Kemudian, melakukan normalisasi saluran primer irigasi dan membangun sodetan dari bendungan Mentukul menuju Kolong Pupuk agar air bisa lancar mengairi sawah-sawah petani yang mengalami kekeringan.

"Rencana aksi ini harus segera dilaksanakan, jangan sampai sawah-sawah ini semua mengering dan petani gagal panen. Jika petani mengalami gagal panen, tentu akan mempengaruhi produksi padi lokal karena menurun drastis, berhubung Desa Rias merupakan salah satu daerah sentra produksi beras di Bangka Belitung," katanya. * 

 
Pewarta :
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar