Kedes di Lembata dampingi Jokowi ke India

id Kepala Desa

Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langodai (Antara foto/istimewa)

Kupang (ANTARA) - Kepala Desa Hadakewa, Kabupaten Lembata, Klemens Kewaaman, terpilih mendampingi Presiden Joko Widodo ke India pada September 2019, karena berhasil memajukan desa yang dipimpinnya dengan berbagai inovasi untuk menyejaterahkan masyarakat.

Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday saat dihubungi Antara di Kupang, Kamis sore mengatakan bahwa pemerintah setempat bangga karena ada kepala desa yang berprestasi di kabupaten itu.

"Ini membuktikan bahwa Kepala Desa Hadakewa bisa memanfaatkan Dana Desa yang ada untuk menyejaterahkan masyarakat di desanya," katanya.

Thomas menceritakan awal mula Kepala Desa itu bisa terpilih menemani Presiden Jokowi ke India karena dia menjadi kepala desa pada tahun 2001 fokus mengembangkan program ikan teri yang mulai Oktober-Maret selalu terbuang-buang di pinggir pantai.

Bahkan, kata Thomas, saat musim-musim seperti itu aroma di Desa Hadakewa bau amis karena banyak ikan kecil yang mati di pesisir pantai.

"Oleh karena itu setelah ia menjabat sebagai kepala desa langsung membuat desa mandiri dengan membuat Bumdes yang fokusnya untuk mengelola ikan teri," katanya.

Berkat bimbingan dan kerja sama dengan Kementerian Desa dan Kementerian Perdagangan serta dengan berbagai pelatihan dan inovasi yang dikembangkan, akhirnya pihaknya bisa menghasilkan kemasan ikan teri yang bagus dan saat ini sudah dipasarkan secara daring atau "online" yang pasarnya sudah kemana-mana.

Menurut Wakil Bupati, Desa Hadakewa yang dulunya setiap tahun di bulan Oktober-Maret dipenuhi oleh ikan kecil yang mati dan mengeluarkan aroma amis, kini sudah bersih.

Bahkan saat ini, kata dia, warga setempat mendapatkan pekerjaan baru dari inovasi Bumdes yang merupakan ide dari Klemens tersebut.

Thomas menambahkan dari sejumlah desa yang dikembangkan oleh Pemkab setempat, Desa Hadakewa adalah desa yang menurutnya berhasil menerapkan program desa tematik yang setiap desa tematik mendapat bantuan penyertaan modal bagi pengembangan usaha ekonomi kreatif sebesar Rp200 juta per tahun.

Sementara itu terkait kemana saja pemasaran dari ikan teri dan jumlah pemasukannya ia sendiri mengaku kurang mengetahuinya.
Pewarta :
Editor: Muklasin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar