Antusiasme warga Lampung ikut Pilkada

id gubernur lampung, m. ridho ficardo, calon gubernur lampung, no urut 1,foto bersama warga

Calon gubernur Lampung nomor urut 1 M. Ridho Ficardo berswafoto bersama warga usai memberikan hak suaranya/mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 7 Kelurahan Sumur Batu, Telukbetung Utara, Bandarlampung, Rabu (27/6) (Foto: Antaralampung.com/Emir Fajar Saputra)

Bandarlampung (Antaranews Lampung) - Hari Rabu sebelum pukul 07.00 WIB, ternyata sudah cukup banyak warga yang mendatangi Tempat Pemungutan Suara 02 Kelurahan Waydadi, Kecamatan Sukarame, Bandarlampung.

Mereka mendatangi TPS itu untuk menggunakan hak politik dalam memilih pemimpinnya, yakni Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung, periode 2018-2023.

Meski waktu pencoblosan molor hampir setengah jam atau dimulai sekitar pukul 07.28 WIB, warga yang memiliki hak pilih tetap sabar menunggu sampai petugas TPS membereskan semua tertib administrasi pilkada di TPS tersebut.

Waktu molor itu justru dimanfaatkan warga untuk bercengkerama, saling menyapa dan menguatkan interaksi di antara mereka. Ketika jam menunjukkan pukul 07.28 WIB, petugas baru mempersilakan warga menggunakan hak pilihnya.

Suasana di TPS 02 Kelurahan Way Dadi terlihat nyaman dan aman, tanpa ada pengamanan mencolok. Warga hanya membutuhkan waktu sekitar 1-2 menit sejak menyerahkan formulir C-6 dan KTP kepada petugas, kemudian identitasnya dicatat, baru kemudian diserahkan kertas suara.

Pemilih mencoblos di bilik suara dan memasukkannya ke kotak suara, kemudian mencelup salah satu jari tangannya dengan tinta sebelum meninggalkan lokasi TPS. Daftar Pemilih Tetap (DPT) TPS 02 itu mencapai 354 orang dengan latar belakang pemilih yang berbeda satu sama lain.

Antusiasme warga juga terlihat di sejumlah TPS lainnya. Suasana pilkada aman dan mendapatkan penjagaan dari polisi dan aparat gabungan lainnya.

Di kawasan bisnis Jln Antasari, banyak warga yang mendatangi TPS yang didirikan di depan ruko, begitu juga di pusat perekonomian lainnya seperti di Telukbetung.

Beberapa warga menyebutkan mereka menggunakan hak pilihnya pada jam awal di TPS karena masih harus bekerja atau ada urusan lainnya, serta mereka berkepentingan untuk menggunakan haknya dalam memilih pemimpin Lampung untuk lima tahun ke depan.

Di tempat lain, warga juga bersemangat mendatangi TPS untuk menentukan pilihannya. Warga di kawasan permukiman Sumur Batu, Bandarlampung sudah memenuhi TPS 7 yang merupakan tempat yang akan didatangi Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo yang juga calon gubernur pada Pilkada Lampung, 27 Juni 2018.

Warga sudah mulai ramai berdatangan ke TPS 7 yang berlokasi di kompleks lapangan olahraga tenis milik PT Pusri sejak pukul 07.00 WIB.

Antuasisme juga ditunjukkan para pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung berserta para pendukungnya. Gubernur Lampung yang kembali maju dalam pilgub,?Muhammad Ridho Ficardo dan istri, Aprilani Yustin Ridho Ficardo,?memberikan hak suaranya atau mencoblos di TPS 7 Sumur Batu, Telukbetung Utara, Bandarlampung.

Sementara Calon Gubernur Lampung nomor urut 2 Herman H. bersama isteri dan anak-anaknya melakukan pencoblosan di TPS Kelurahan Palapa yang berjumlah 601 pemilih terdiri atas 300 laki-laki dan 300 perempuan.

Dalam kesempatan itu, ia malah mengajak masyarakat menggunakan hak pilihnya dengan cerdas dengan memilih pemimpin yang peduli dengan kesejahteraan rakyat.

"Mari kita bersama gunakan hak pilih kita, dan gunakan hati nurani untuk memilih pemimpin yang baik. Jangan pilih pemimpin yang bayar sana bayar sini, perintah sana perintah sini. Rakyat butuh pemimpin yang mampu membangun Lampung," kata Herman. 

Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga pilkada di Lampung agar berlangsung dengan damai dan aman, termasuk para penyelenggara pilkada seperti Komisi Pemilihan Umum, Bawaslu, dan pihak-pihak terkait lainnya.

Menurut dia, masyarakat Lampung membutuhkan pemimpin yang mampu membangun infrastruktur, terutama jalan, pendidikan, dan kesehatan, misalnya berobat gratis.

Saat ditanya soal antispasi kecurangan dan praktik politik uang, Herman yang sedang menjalankan cuti dari jabatannya sebagai Wali Kota Bandarlampung itu menyatakan jangan sampai pilkada dikotori oleh tindakan seperti itu, karena masyarakat harus dididik memilih pemimpin yang baik dan amanah, santun dan tak memaksa masyarakat.

"Mari kita pilih pemimpin yang tahu aturan, jangan maksa orang dan harus mampu menjalankan amanah rakyat," katanya.

Sebagaimana calon gubernur lainnya, Cagub Arinal Djunaidi menggunak hak pilihnya di TPS 13 Sepang Jaya Bandarlampung. Ia tiba di TPS pukul 09.00 WIB bersama keluarganya.



Berjalan baik


Pelaksanaan pilkada di Lampung umumnya berjalan baik, yang disambut dengan antusiasme warga dalam memilih pemimpinnya, meski sebelumnya sempat diwarnai tudingan praktik politik uang sebelum pencoblosan.

Ketua Tim Pemenangan Calon Ggubernur dan Wakil Gubernur Lampung nomor urut 1, M. Ridho Ficardo-Bachtiar Basri, Fajrun Najah Ahmad mengatakan pelaksanaan Pilgub Lampung berjalan tertib dan aman.

Fajrun yang juga Sekretaris DPD Partai Demokrat Lampung itu mengatakan pihaknya telah mengecek sejumlah TPS di kabupaten dan kota se-Lampung. 

"Berdasarkan informasi pilgub di Lampung hingga saat ini berlangsung tertib dan lancar," ujarnya.

Menurut dia, antusias masyarakat yang menggunakan hak pilihnya cukup tinggi pada Pilgub Lampung.

Pilkada serentak pada 2018 di Lampung mencakup pemilihan gubernur dan wakil gubernur serta pemilihan bupati dan wakil bupati di Kabupaten Tanggamus dan Kabupaten Lampung Utara.

Untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung, ada empat pasangan yang akan bertarung. Latar belakangnya para petahana dan mantan birokrat. 

Sebanyak empat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur adalah pasangan nomor urut 1 M. Ridho Ficardo dan Bachtiar Basri. Pasangan petahana (gubernur dan wakil gubernur) itu diusung koalisi Partai Demokrat, PPP, dan Gerindra.

Pasangan Herman H.N.-Sutono mendapatkan nomor urut 2 dan diusung PDIP. Herman H.N. adalah Wali Kota Bandarlampung dua periode yang terkenal dengan program pembangunan infrastrukturnya, sedangkan Sutono adalah birokrat karier, jabatan terakhirnya adalah Sekda Provinsi Lampung.

Pasangan nomor urut 3 adalah Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim yang diusung koalisi Partai Golkar, PKB, dan PAN. Arinal Djunaidi adalah mantan Sekda Provinsi Lampung. Setelah pensiun sebagai PNS, Arinal terjun ke politik praktis menjadi Ketua DPD Golkar Lampung. Adapun Chusnunia Chalim adalah politikus PKB yang menjabat sebagai Bupati Lampung Timur. Dia merupakan bupati perempuan pertama di Lampung.

Pasangan nomor 4 adalah Mustafa-Ahmad Jajuli yang diusung koalisi Partai Nasdem, PKS, dan Hanura. Mustafa adalah Bupati non-aktif Kabupaten Lampung Tengah, sedang wakilnya adalah kader PKS.

Dengan demikian, tidak ada calon perseorangan yang mengikuti Pilgub Lampung 2018, sebagaimana halnya pada Pilgub Lampung 2014.

Melihat konstentan pilkada maka pertarungan pemilihan gubernur dan wakil gubernur merupakan pertarungan para petahana dan mantan birokrat. Kondisi seperti itu sebenarnya bisa menimbulkan angka golput tinggi, terutama di kalangan generasi muda, yang bosan dengan janji -janji kampanye para pasangan calon.

Atau sebaliknya, yakni pilkada yang diikuti petahana dan mantan birokrat berpotensi mendorong minat masyarakat mendatangi TPS untuk menggunakan hak pilihnya, karena mereka bisa melihat rekam jejak dan kinerja para calon itu saat aktif, baik sebagai kepala/wakil kepala daerah maupun birokrat .

Makin sedikit angka golput, artinya antusiasme masyarakat cukup tinggi. Hal ini akan terjawab dari hasil "hitung cepat" lembaga survei atau setelah penyelenggara pilkada merampungkan tugasnya, yakni melakukan rekapitulasi penghitungan dan penetapan hasil suara pilkada di Lampung.



 
Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar