Kapolresta Bandarlampung tinjau logistik pilkada

id murbani budi pitono, kapolresta bandarlampung, logistik pemilu,kapolres tinjau logistik pemilu

Kapolresta Bandarlampung Kombes Polisi Murbani Pitono meninjau gudang tempat penyimpanan logistik pemilihan kepala daerah di kawasan Way Halim, Bandarlampung, Senin (12/3) (Foto: Antara Lampung/Ardiansyah)

Saya ingin pastikan standar operasional dan pengamanannya. Alhamdulilah, gudangnya bagus, kuat, dan sistem pengamanannya dilaksanakan sudah sesuai, mulai dari penjagaan, sistem patrol, hingga sistem pengawasannya, kata Murbani
Bandarlampung (Antaranews Lampung) - Kapolresta Bandarlampung Kombes Polisi Murbani Pitono meninjau gudang tempat penyimpanan logistik pemilihan kepala daerah di kawasan Way Halim, Bandarlampung, Senin (12/3).

Kapolresta menjelaskan bahwa tujuan peninjauan tersebut untuk memastikan bahwa logistik pilkada yang meliputi kotak suara dan bilik kotak suara dalam kondisi penyimpanan yang sesuai dengan ketentuan.

Kedatangan Kapolresta yang didampingi jajarannya disambut Sekretaris KPU Kota Bandarlampung Zainudin.

"Saya ingin pastikan standar operasional dan pengamanannya. Alhamdulilah, gudangnya bagus, kuat, dan sistem pengamanannya dilaksanakan sudah sesuai, mulai dari penjagaan, sistem patrol, hingga sistem pengawasannya," kata Murbani.

Untuk logistik kotak suara dan bilik suara di Bandarlampung, dia menilai cukup, bahkan lebih. Namun, ada beberapa yang perlu diperbaiki seperti kertas yang menempel di kotak suara yang harus dibersihkan.

"Saya cek, dan akan kami mulai perbaiki, kemudian kami tempel sesuai dengan yang sekarang. Selain itu, `update` tentang petunjuk, stiker sudah sesuai dengan yang baru untuk kegiatan Pilkada Lampung 2018," katanya.

Ikut hadir dalam peninjauan gudang tersebut, Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) dan Kepala Saruan Intelkam Polresta Bandarlampung dan Kapolsek Kedaton.

Setelah meninjau gudang di Way Halim, Kapolresta melanjutkan peninjauan ke gudang logistic, kawasan Korpri Bandarlampung.
Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar