Selasa, 26 September 2017

"Lord of the Flies" versi wanita dikecam

id film, artis, Lord of the Flies
Ilustrasi (memrise.com)
Los Angeles (Antara/Reuters) - Rencana membuat ulang film versi wanita-sentris dari novel klasik William Golding "Lord of the Flies" dikecam, Kamis, karena menghilangkan esensi dari kisah kelam perundungan pada kelompok laki-laki remaja di sebuah pulau terpencil.
        
Berita tentang pembuatan ulang film tersebut dilaporkan Deadline.com pada Rabu, masih dalam tahap awal pengembangan, kemudian menjadi tren teratas di Twitter.
        
Penulis dan yang juga seorang feminis Roxane Gay mengatakan bahwa versi perempuan dari cerita tersebut sangat tidak masuk akal sebab "alur pada buku itu tidak terjadi pada semua wanita."
   
"Jika Anda ingin bercerita tentang feminitas yang beracun, lakukanlah. Tapi menggunakan buku 'Lord of the Flies' sebagai sarananya merupakan sebuah kemalasan dan tindakan bodoh," tambah Gay dalam cuitannya di Twitter.
        
Buku dari penulis asal Inggris Golding pada 1954 tentang sekelompok anak sekolah laki-laki yang terjebak di sebuah pulau terpencil setelah sebuah kecelakaan pesawat terbang, adalah alegori sosial dari novel distopia tentang sifat manusia dan naluri bertahan saat anak laki-laki terjun dalam keadaan yang serba primitif.
        
Film tersebut akan ditulis dan disutradarai oleh Scott McGehee dan David Siegel dan dibuat oleh Warner Bros, demikian Deadline. Perwakilan studio film tersebut menolak memberikan komentar.
        
Siegel mengatakan bahwa "Lord of the Flies" sangat relevan saat ini, dengan mengutip konflik interpersonal dan perundungan.
        
"Perspektif semua perempuan akan 'mengubah sesuatu dengan cara yang membantu orang melihat cerita itu kembali'," tambahnya.
        
Hollywood telah membuat ulang film dengan semua pemeran wanita dalam beberapa tahun terakhir, termasuk Ghostbuster (2016) yang diperankan perempuan dan film "Ocean's Eight" yang akan tayang tahun mendatang, sebagai jalan mengatasi kekhawatiran tentang kelangkaan peran utama wanita.
        
Kritik terhadap proyek "Lord of the Flies" kian menjadi oleh fakta bahwa dua orang pria menulis naskah untuk film wanita-sentris tersebut, karena perdebatan yang tidak ada habisnya tentang kurangnya keragaman gender di Hollywood.

Antara/Reuters
Devi/M. Anthoni




Editor: Hisar Sitanggang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0126 seconds memory usage: 0.46 MB