Peternak Lampung diminta terapkan "biosecurity"

id Lampung,Karantina pertanian,PMK,Balai Karantina pertanian

Peternak Lampung diminta terapkan "biosecurity"

Pemeriksaan penyakit mulut dan kuku hewan ternak sapi di Lampung (ANTARA/HO)

Bandarlampung (ANTARA) - Balai Karantina Pertanian Lampung meminta peternak setempatt untuk peduli terhadap lingkungan sekitar dengan menerapkan biosecurity secara ketat di peternakannya guna mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK).

"Penerapan biosecurity adalah langkah efektif dan sistematis dalam mencegah penyebaran PMK. Maka kami berharap masyarakat harus peduli terhadap lingkungan sekitar dan sadar untuk lakukan biosecurity secara ketat di peternakannya masing-masing," kata Subkoordinator Karantina Hewan, Karantina Pertanian Lampung, Akhir Santoso.
 
Menurut dia, biosecurty merupakan salah satu tindakan pengendalian wabah untuk mencegah semua potensi penularan agen infeksi ke hewan ternak dan garis pertahanan pertama terhadap penyebaran penyakit termasuk PMK.

"Karena itu memang diperlukan kesadaran masyarakat akan pentingnya biosecurity terhadap ternak-ternak yang mereka miliki," kata dia.

Kemudian, lanjut dia, yang tak kalah penting dalam pemberantasan PMK tidak hanya dilakukan tindakan yang bersifat kuratif saja namun harus ada tindakan preventifnya juga.

"Oleh sebab itu di setiap tempat pemasukan dan pengeluaran hewan ternak, kami telah memfasilitasi sarana biosecurity terhadap setiap komoditas yang akan dilalulintaskan seperti desinfeksi mobile, rumah desinfeksi hingga karpet desinfeksi yang telah dimaksimalkan pemanfaatannya," kata dia.

Ia menyebutkan dari Januari hingga Agustus 2022 data lalulintas pengeluaran hewan ternak dari Lampung ke luar daerah seperti sapi mencapai 66.266 ekor dengan frekuensi pengiriman 4.452 kali, domba, 11.490 ekor dengan frekuensi 257 kali, kambing 58.926 ekor dengan frekuensi 1.072 kali, kerbau 395 ekor dengan frekuensi 57 kali.

Kemudian, lanjut dia, untuk data lalulintas pemasukan hewan ternak ke Lampung yakni sapi 5.061 ekor dengan frekuensi pengiriman 208 kali, babi 3.902 ekor dengan frekuensi 80 kali, domba 137 ekor, dengan frekuensi 9 kali, kambing 1.174 ekor dengan frekuensi 26 kali, kerbau 14 ekor dengan frekuensi 1 kali.

"Semoga upaya bersama serta kesadaran masyarakat akan pentingnya pelaksanaan biosecurity ini dapat mencegah semakin meluasnya penyebaran PMK di Indonesia dan Lampung khususnya," kata dia.

Berdasarkan data https://siagapmk.crisis-center.id/, jumlah sapi potong yang telah divaksinasi PMK sebanyak 167.152 ekor, sapi sakit 1.490 dan sapi sembuh 1.483, kemudian sapi yang di potong bersyarat 75 ekor dan mati 24 ekor.
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2022