Nilai ekspor Lampung bulan Oktober 2021 naik 22,9 persen

id bps lampung, ekspor lampung, neraca perdagangan lampung, impor lampung

Nilai ekspor Lampung bulan Oktober 2021 naik 22,9 persen

Ilustrasi komoditas pisang Lampung untuk ekspor (ANTARA/HO)

Ada sepuluh golongan barang utama ekspor Provinsi Lampung pada Oktober 2021 adalah lemak dan minyak hewan/nabati ; batu bara; kopi, teh, rempah-rempah

Bandarlampung (ANTARA) - Nilai ekspor Provinsi Lampung pada Oktober 2021 mencapai 599,10 juta dolar Amerika Serika(AS) atau naik 22,91 persen dibanding ekspor September 2021.

"Nilai ekspor Lampung pada Oktober 2021 ini jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu juga naik 100,70 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung, Faizal Anwar di Bandarlampung, Rabu.

Ada sepuluh golongan barang utama ekspor Provinsi Lampung pada Oktober 2021 adalah lemak dan minyak hewan/nabati ; batu bara; kopi, teh, rempah-rempah.

Kemudian, ampas/sisa industri makanan; olahan dari buah-buahan/sayuran; bubur kayu/pulp; ikan dan udang; berbagai produk kimia; daging dan ikan olahan; serta gula dan kembang gula.

Menurutnya, peningkatan ekspor Oktober 2021 terhadap September 2021 terjadi pada lima golongan barang utama yaitu lemak dan minyak hewan/nabati naik 84,1 persen; batu bara naik 9,97 persen.

Selanjutnya, kopi, teh, rempah-rempah naik 14,49 persen; ampas/sisa industri makanan naik 71,83 persen; berbagai produk kimia naik 10,61 persen.

Selanjutnya, golongan barang yang mengalami penurunan adalah olahan dari buah-buahan/sayuran turun 18,29 persen; bubur kayu/pulp turun 7,71 persen; ikan dan udang turun 17,61 persen; daging dan ikan olahan turun 14,3 persen; serta
gula dan kembang gula turun 33,03 persen.

Negara utama tujuan ekspor Provinsi Lampung pada Oktober 2021 adalah Tiongkok 152,01 juta dolar; Italia 80,02 juta dolar; Amerika Serikat 79,79 juta dolar; Pakistan 52,63 juta.

Kemudia, Philipina 38,72 juta dolar; Belanda 26,64 juta dolar; Jepang 22,47 juta dolar; Fed Russia16,91 juta dolar; Spanyol14,23 juta dolar; dan Selandia Baru 13,27 juta dolar.
Pewarta :
Editor : Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2022