Kasus COVID-19 di Brazil tembus 3,2 juta dan 26 ribu kematian

id Kasus COVID-19 di Brazil ,Kementerian Kesehatan Brazil, 3.224.876 kasus

Kasus COVID-19 di Brazil tembus 3,2 juta dan 26 ribu kematian

Penumpang melakukan perjalanan dengan bus umum di tengah penyebaran penyakit virus korona (COVID-19) di Rio de Janeiro, Brazil, Selasa (11/8/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Ricardo Moraes/aww/cfo (REUTERS/RICARDO MORAES)

Sao Paulo (ANTARA) - Brazil mencatat 1.262 kematian baru akibat COVID-19 dalam 24 jam terakhir, sehingga menambah total menjadi 105.463 kematian sejak kasus pertama dilaporkan di negara tersebut, demikian Kementerian Kesehatan Brazil pada Kamis.

Otoritas juga melaporkan total 3.224.876 kasus COVID-19 termasuk 60.091 kasus baru.

Sao Paulo masih menjadi episentrum wabah virus corona di Brazil, dengan 26.324 kematian, yang disusul oleh Negara Bagian Rio de Janeiro dengan 14.412 kematian dan Ceara dengan 8.088 kematian.

Brazil menjadi negara kedua di dunia dengan kasus maupun kematian COVID-19 tertinggi setelah Amerika Serikat.

Saat ini Brazil sedang melakukan pembicaraan dengan Rusia untuk memproduksi vaksin COVID-19. Brazil juga menyepakati untuk melakukan uji klinis pada warganya atas vaksin yang telah dibuat oleh perusahaan farmasi China.

Dalam menyikapi pandemi, Presiden Brazil Jair Bolsonaro menyerukan para gubernur negara bagian untuk mencabut pembatasan agar para pelaku perekonomian kembali beraktivitas. Namun sebagian gubernur tak mengikuti seruan Presiden yang berasal dari kekuatan politik sayap kanan itu.

Menurut Bolsonaro, berhentinya aktivitas perekonomian akan lebih mematikan daripada virus corona. 

Para pendukung Bolsonaro beberapa kali turun ke jalan-jalan untuk memprotes pembatasan pergerakan yang diberlakukan oleh para gubernur di sejumlah wilayah negara bagian. Bolsonaro bahkan ikut turun ke jalan bersama para pendukungnya.

Selama pandemi, Bolsonaro ditinggalkan oleh dua menteri kesehatannya secara berturut-turut karena terjadi perselisihan pendapat dalam mengatasi penyakit menular yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China tengah itu.

Sumber: Xinhua
 
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar