Satgas gabungan Pangan Kota Bandarlampung lakukan sidak makanan

id Pemkot Bandarlampung Sidak,Sidak Pangan Bandarlampung

Tim satgas gabungan pangan Bandarlampung melakukan sidak peredaran makanan dan keamanan pangan di salah satu swalayan, Selasa (23/7/2019).. (ANTARA/Dian Hadiyatna)

Bandarlampung (ANTARA) - Satuan petugas (Satgas) pangan Kota Bandarlampung yang terdiri dari Dinas Pangan, Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan, BPPOM dan Dinas Kesehatan, melakukan inspeksi mendadak guna mengkontrol peredaran makanan dan pengamanan pangan di salah satu swalayan di kota itu.

"Dalam kegiatan ini Satgas pangan menemukan beberapa makanan yang sudah tidak layak konsumsi namun masih didisplay untuk dijual," kata Ketua Team Satgas gabungan Pangan, Kadek Sumartha, usai sidak di Bandarlampung, Selasa.

Adapun beberapa makanan yang diamankan oleh tim satgas yakni buah dan umbi-umbian yang sudah mulai membusuk, snack dalam kemasan yang telah melewati masa kadaluarsa dan nomor pelabelan sudah lewat dari masa berlaku.

Selain itu, tambah dia, Satgas pangan juga menemukan adanya indikasi yang tidak sesuai dengan standar SOP penempatan bahan makanan di gudang swalayan itu.

"Ada juga beberapa makanan yang masih bisa dikonsumsi, tapi kami tarik karena nomor yang berada pada label (barcode) sudah tidak berlaku. Setelah ini kami akan memanggil pihak terkait dan memberikan pembinaan agar hal-hal seperti ini tidak dilakukan lagi," kata dia.

Kadek pun menghimbau kepada seluruh swalayan dan supermarket di Bandarlampung untuk mengikuti prosedur yang sudah ditentukan. Hal ini juga sesuai perintah Wali Kota Bandarlampung Herman HN yang meminta pihak management untuk memberikan makanan yang layak dikonsumsi oleh masyarakat.

"Jangan masyarakat ini diberikan makanan-makanan yang tidak pantas untuk dikonsumsi," kata dia.

Sementara itu, pihak managemen swalayan yang diwakili Akbar mengatakan pihaknya akan membenahi semua temuan oleh tim Satgas Pangan Bandarlampung.

"Kami selaku managemen akan melakukan pembenahan baik dari sisi pengecekan izin edar sampai pengecekan pangan yang sudah tidak layak untuk dikonsumsi. Terutama keamanan pangan yang kami jual," katanya lagi.





 
Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar