Di Pulau Sebesi harga kakao anjlok

id harga kakao, pulau sebesi, anjlok

Petani sedang menjemur kakao (Antara Lampung/Agus Wira Sukarta)

Lampung Selatan (ANTARA) - Harga komoditas kakao atau cokelat di Pulau Sebesi, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, anjlok menyusul penurunan mutu akibat cuaca yang tidak menentu.

"Harga biji kakao saat ini turun drastis hingga Rp13.500 per kilogram, padahal sebelumnya mencapai di atas Rp20 ribu per kilogram," kata Likhin, warga Desa Tejang Pulau Sebesi, Minggu.

Ia menyebutkan, rontoknya harga biji kakao menyusul penurunan mutu akibat anomali cuaca di daerah itu.

Menurutnya, cuaca yang tidak menentu mengakibatkan banyak  buah kakao  terserang penyakit sehingga kualitasnya  turun dan berdampak pada harga jual.

Likhin menjelaskan harga kakao kering yang biasanya dijual seharga Rp 20.000/kg turun menjadi Rp13.500 hingga Rp15.000 per kilogram.

"Harga kakao juga tergantung kualitas," tambahnya.

Warga Pulau Sebesi lainnya, Yani mengatakan bahwa harga biji kakao saat ini anjlok akibat anomali cuaca.

"Kualitas biji kakao rendah sehingga harga turun," jelasnya.

Selain itu, menurutnya, produksi kakao saat ini juga rendah dibandingkan tahun lalu.

Kondisi saat ini, menurutnya, membuat sebagian petani atau pekebun kakao kesulitan melakukan penjemuran.

Yani menjelaskan, petani di daerah ini sebagian besar melakukan penjemuran hanya dengan mengandalkan sinar matahari, kalau tidak ada panas tidak maksimal pengeringannya.

"Sebagian besar lagi petani menjemur biji kakaonya tidak menggunakan alas sehingga menurunkan mutunya," jelasnya.

Ia menambahkan, selain kondisi cuaca, yang masih tidak menentu dan banyaknya serangan penyakit terhadap komoditas itu, menyebabkan penurunan mutu.
Pewarta :
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar