Militer Irak bersiap lakukan serangan besar atas Kirkuk

id Irak, Kurdi, referendrum

Seorang tentara Irak berjaga di pintu masuk markas militer di Provinsi Nineveh (AFP/middleeasteye.net)

Baghdad (Antara Lampung/Reuters) - Tentara Irak dan paramiliter Irak yang dilatih Iran sedang "mempersiapkan suatu serangan besar" atas kekuatan Kurdi di daerah kaya minyak Kirkuk dan wilayah dekat Mosul di bagian utara Irak, demikian pernyataan Pemerintah Regional Kurdistan (KRG), Rabu.
 
Akan tetapi, juru bicara militer Irak membantah ada rencana serangan atas milisi Kurdi, sekaligus menyatakan bahwa tentara pemerintah justru dipersiapkan untuk mengusir kaum militan dari perbatasan dengan Suriah di bagian barat Irak.

Ketegangan antara KRG dan Pemerintah Irak meningkat, terutama sejak Kurdi Irak melakukan pemungutan suara kemerdekaan melalui suatu referendum pada bulan lalu.

Kurdi menguasai kawasan multi-etnis Kirkuk, dan telah menjadi isu utama dalam krisis sehubungan wilayah itu diklaim kedua pihak.
 
Tetara Irak dan paramiliter Shiite (Popular Mobilisation/PM), telah dikerahkan ke bagian selatan dan barat Kirkuk.
 
"Kami menerima berita berbahaya bahwa tentara Irak, termasuk Popular Mobilisation dan Polisi Federal, sedang bersiap melakukan suatu serangan besar atas Kurdistan," kata Dewan Keamanan KRG, dalam tweet yang dikonfirmasi pihak berwenang Kurdi.

Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi mengatakannya pada 5 Oktober lalu bahwa pemerintahannya menghindari terjadi bentrokan dengan Kurdi, tetapi pimpinan milisi "Popular Mobilisation" telah berulangkali mengancam untuk menyingkirkan milisi Kurdi dari Kirkuk.

 
Antara Lampung/Reuters
Hisar Sitanggang   
 
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar