Minggu, 22 Oktober 2017

UBL Jadi Kampus Inovasi Robotik Lampung

id UBL Kampus Robotik Lampung, UBL, Kampus Robotik Lampung, Kampus Robotik, Riza Muhida
UBL Jadi Kampus Inovasi Robotik Lampung
Riza Muhida PhD dengan robot dronenya. (FOTO: ANTARA Lampung/Ist-Dok. Humas UBL.)
Bandarlampung (ANTARA Lampung) - Kepala Pusat Studi Mekatronik dan Otomasi Universitas Bandarlampung (UBL) Riza Muhida PhD optimistis akan menjadikan UBL sebagai kampus inovasi robotik di Provinsi Lampung.

"Sudah seharusnya para mahasiswa kini mulai menciptakan produk robotik inovatif sebagai bentuk pengabdian masyarakat sekaligus memajukan teknologi," ujar mantan Direktur Pusat Robotika dan Mesin Cerdas Indonesia, di Kampus Dra Hj Sri Hayati Barusman Pascasarjana UBL, di Bandarlampung, Kamis (12/10).

Wakil Presiden Robotic Organizing Commitee Indonesia (ROCI) itu mengatakan bahwa bagi mahasiswa untuk menciptakan produk robotik inovatif tersebut adalah juga sebagai output produk dari Laboratorium Robotik di UBL.

"Kini para mahasiswa tak lagi membuat produk seremonial, namun sudah seharusnya para mahasiswa khususnya dari fakultas komputer, teknik serta para mahasiswa lain yang mengikuti studi mekatronik untuk membuat produk jual yang inovatif," kata dosen Mekatronik UBL itu pula.

Ia menambahkan bahwa daripada menciptakan karya yang hanya bersifat seremonial, lebih baik langsung ciptakan karya inovatif yang bisa diterima dan dipakai langsung untuk masyarakat.

Mantan Ketua Yayasan Ikatan Ilmuan Indonesia Internasional itu, juga mengatakan hadir di UBL sebagai pembimbing dan penggerak para mahasiswa untuk menghasilkan inovasinya terhadap robotika.

"Banyak potensi yang ada pada tiap mahasiswa UBL ini, tinggal nanti bersama-sama akan dikembangkan," ujar Riza pula.

Dia menegaskan bahwa masa depan bukanlah terbentuk dari lembaga yang terdiri dari orang-orang yang hebat, namun terbentuk dari suatu lembaga yang selalu mau berkembang sesuai kondisi zaman.

"Zaman sekarang sudah mengarah ke IT, robotik hingga internet serta berbagai kemudahan teknologi lainnya, sehingga jika lembaga itu tidak mengikuti zaman, maka akan sulit untuk membentuk masa depan cerah," katanya lagi.

Ia juga menilai bahwa UBL adalah lembaga yang mau mengikuti perkembangan itu lewat digitalisasi kampusnya.

Lelaki yang pernah menjadi Associate Professor di Department Mechatronics Engineering, International University Malaysia (IIUM) itu, kini telah menjadi bagian dari keluarga besar UBL semenjak satu bulan lalu.

Kehadirannya membawa perubahan-perubahan di UBL. Tak jarang ia selalu melakukan diskusi dengan para mahasiswa yang mengikuti studi mekatronik dan otomasi.

Ia sering menghadirkan contoh-contoh produk serta cara pembuatannya sebagai bentuk motivasi serta stimulus kreativitas. "Contoh serta proses akan selalu diberikan demi perangsang motivasi serta kreativitas mereka," kata juri Robotika Olimpiade Internasional dari tahun 2007 ini pula.

Dosen UBL ini juga sudah menciptakan berbagai produk robotik untuk industri dan militer, di antaranya adalah Robot Exoskeleton untuk membantu penyandang disabilitas berjalan, Robot Kumbang sebesar jempol tangan sebagai pengintai, dan Robot Burung, Drone Senjata yang mampu mengangkat beban berat dan kemampuan menembak dengan senapan mesin, Drone Parasut berkemampuan transportasi barang, Drone Mesin untuk kemampuan terbang yang lebih lama.

Lalu, Solar Drone dengan tenaga surya, Drone Agriculture untuk era pertanian pada penyemprotan, Drone Night Vision, Drone Marine yang tahan air, Tethering Drone pengganti sinyal, dan Nano Satelit untuk monitoring bencana alam.

Dosen Mekatronika UBL ini juga pernah sukses mengembangkan pendidikan Robotika di dunia, di antaranya di Malaysia untuk para guru dan dosen pada 2008, di Arab Saudi pada 2009 untuk guru dan murid, di Malaysia untuk para mahasiswa khusus bekerjasama dengan IIUM dan Kerajaan Arab pada 2010, di Indonesia pada tahun 2014 di Institut Teknologi Bandung yakni pelatihan mahasiswa dan dosen.

Riza juga pernah melatih mahasiswa dari Papua pada tahun 2011, dan mereka menjadi juara nasional dan internasional Robot Olympiade di Jakarta.

Editor: Budisantoso Budiman

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0084 seconds memory usage: 0.49 MB