Kamis, 17 Agustus 2017

Tak disangka Arsenal mampu kalahkan Chelsea

id Liga Inggris, Arsenal, Chelsea
Tak disangka Arsenal mampu kalahkan Chelsea
Pemain Arsenal, Alexis Sanchez. (REUTERS/Eddie Keogh)
London (Antara/Reuters) - Arsenal dua kali mengungguli Chelsea ketika mereka menundukkan sang juara Liga Inggris itu dengan skor 2-1 untuk menjuarai Piala FA untuk ketiga kalinya dalam empat musim di Wembley pada Sabtu.   
   
Chelsea menjadi tim favorit untuk melengkapi musim debut luar biasa bagi manajer Antonio Conte namun tidak berada dalam permainan terbaik mereka ketika Arsenal, yang finis di peringkat kelima di liga, mengangkat trofi untuk ketiga kalinya dalam empat musim.
        
Mereka kini telah menjuarainya sebanyak 13 kali sedangkan manajer Arsene Wenger, yang belum mengumumkan apakah dirinya akan memperpanjang masa kerja 21 tahunnya, kini menjadi manajer tersukses sepanjang sejarah Piala FA dengan koleksi tujuh trofi.
        
Chelsea mengawali pertandingan dengan buruk dan tertinggal pada menit keempat berkat gol pembukaan Alexis Sanchez yang kontroversial, namun ketika Diego Costa menyamakan kedudukan pada menit ke-76 kelihatannya mereka akan melengkapi musim yang layak dikenang.
        
Pasukan Conte memainkan 20 menit terakhir pertandingan dengan sepuluh pemain setelah Victor Moses mendapatkan kartu kuning keduanya, menyusul gerakan "divingnya" di kotak terlarang.
      
Tandukan Aaron Ramsey pada menit ke-79 menghantam pasukan Conte, dan Arsenal semestinya dapat memperbesar keunggulan mereka pada fase akhir pertandingan ketika Chelsea akhirnya terkurung.
        
Wenger, yang gagal finis di empat besar untuk pertama kalinya sejak mengambil alih tim pada 1996, merayakan keberhasilan ini dengan para pemainnya di depan massa penggemar Arsenal yang mengenakan kaus berwarna kebesaran merah.
        
"Kami tampil luar biasa dari menit pertama sampai seterusnya," kata Wenger (67).
        
"Tim ini telah menderita. Mereka bersatu dan merespon. Saya telah katakan pada pekan lalu bahwa tim ini akan berada di kejuaraan dengan satu atau dua pembelian bagus. Mereka memperlihatkan kekuatan dan kesatuan, dan memainkan sepak bola spektakuler pada hari ini."
   
Tim yang tidak diunggulkan Arsenal menikmati awal yang bagus, meski terdapat perdebatan apakah gol Sanchez layak disahkan.
        
Ketika upaya awalnya untuk mencungkil bola menuju area Chelsea tertutup, ia terlihat menggebrak dengan memantulkan bola yang mengenai tangannya sebelum melaju dan melepaskan tembakan melewati Thibaut Courtois, meski Ramsey berada di posisi offside.
        
Gol itu awalnya tidak disahkan, namun setelah berkonsultasi dengan hakim garis Gary Bewsick yang mengangkat benderanya, wasit Anthony Taylor kemudian mengesahkan gol tersebut.
        
Chelsea terlihat tidak pernah bangkit seutuhnya dari hantaman tersebut dan Arsenal berpeluang memperbesar keunggulan sebelum turun minum.
        
Mesut Ozil melepaskan sepakan tumit yang dapat disapu keluar garis oleh Gary Cahill, sedangkan Danny Welbeck menanduk bola yang membentur tiang gawang, dan Ramsey gagal menyambar bola.
        
Meski permainannya diredam, Chelsea sempat mengancam ketika upaya Costa digagalkan tekel sempurna Per Mertesacker, yang melakukan penampilan perdananya untuk Arsenal dalam rentang waktu 13 bulan.
        
Kiper Arsenal David Ospina juga dengan berani menggagalkan peluang Costa, mendapat hantaman di kepalanya untuk masalah yang didapatnya.
        
Chelsea memulai babak kedua dengan tempo permainan yang lebih tinggi dan Pemain Terbaik N'Golo Kante menguji Ospina dengan tembakan yang terdefleksi dari jarak jauh, sebelum Moses memaksa Ospina melakukan penyelamatan bagus setelah Costa menyodorkan bola kepadanya.
        
Chelsea harus memainkan 20 menit terakhir dengan sepuluh pemain setelah wasit Taylor mengeluarkan keputusan besar kedua pada hari ini, memutuskan bahwa Moses sengaja terjatuh meski tidak ada kontak dari Alex Oxlade-Chamberlain.
       
Ketika harapan mereka meraih gelar ganda semakin menipis, Costa menyamakan kedudukan dengan tembakannya yang sempat mengenai Mertesacker dan gagal diantisipasi Ospina.
        
Namun Arsenal menjadi pihak yang tertawa paling akhir, ketika pertahanan Chelsea kembali berantakan, membuat Ramsey memiliki kebebasan untuk masuk ke kotak penalti untuk menanduk bola kiriman pemain pengganti Olivier Giroud melewati Courtois.

Editor: Hisar Sitanggang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.02 seconds memory usage: 0.37 MB