Kalianda (ANTARA LAMPUNG) - Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung berupaya meningkatkan produksi ubi jalar untuk meningkatkan keanekaragaman komoditas pertanian di daerah itu.
       
"Hal ini untuk memperkuat ketahanan pangan saat saat terjadi kerawanan pangan," kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Lampung Timur, Muhammad Yusuf, di Sukadana, Rabu.
       
Ia menyebutkan, realisasi luas tanaman ubi jalar saat ini tercatat 390 hektare sehingga masih sedikit mengingat kabupaten itu memiliki potensi lahan pertanian sangat luas.
       
"Kami akan sosialisasikan kepada petani untuk menggalakkan penanaman tanaman ini," katanya saat dihubungi dari Kalianda, Lampung Selatan.
       
Ia mengatakan, penanaman ubi jalar pada pada musim ini atau enam bulan terkahir mencapai 201 hektare sedangkan musim lalu atau enam bulan sebelumnya seluas 189 hektare.
       
Maka, peningkatan realisasi tanam sekitar 5,5 persen karena banyak lahan sawah yang kering dan tidak dapat ditanami padi sehingga petani memanfaatkan untuk menanam ubi jalar.
       
Ia mengatakan, dari 24 kecamatan di Lampung Timur yang menjadi sentra penanaman berada di 22 kecamatan namun jumlah petani penanamnya hanya sedikit sekali.
       
Sentra penanaman cukup luas berada di Kecamatan Sukadana seluas 48 hektare, Bandarsribhawono seluas 44 hektare, Batanghari seluas 49 hektare, Pasirsakti seluas 39 hektare, Wawaykarya seluas 33 hektare, Wayjepara 37 hektare dan Brajaselebah 20 hektare.
       
Kemudian, yang tergolong sedikit berada di Kecamatan Pekalongan seluas 19 hektare, Waybungur 19 hektare, Margatiga seluas 15 hektare, Sekampungudik seluas tujuh hektare, Pekalongan seluas 11 hektare, Sekampung empat hektare,  Labuhanmaringgai seluas tujuh hektare, Matarambaru seluas dua hektare serta Ramanutara tiga hektare.
       
"Dengan luas tanam 390 hektare produksi ubi jalar di Lampung Timur pada tahun ini mencapai 3.031 ton," sebutnya.

Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar