Harga karet bertahan di atas Rp18.000/kg

id karet,harga karet,karet sumsel,harga karet sumsel,komoditas karet,karet alam,karet kering kkk100 persen

Harga karet bertahan di atas Rp18.000/kg

Petani memanen getah karet di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (31/1/2020). (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/foc)

Palembang (ANTARA) - Harga karet bertahan sesuai harapan di atas Rp18.000/Kilogram (Kg) untuk kadar karet kering (KKK) 100 persen memasuki pekan terakhir Januari 2021.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Dinas Perkebunan Sumatera Selatan Rudi Aprian di Palembang, Minggu, mengatakan, kestabilan harga karet KKK 100 persen sudah diperkirakan yakni bakal bertahan di kisaran Rp18.000—Rp19.000 per Kilogram karena dipengaruhi sejumlah faktor terkini dalam perekonomian global sejak awal tahun 2021.

Namun, seberapa lama harga ini bertahan, dirinya tidak dapat memperkirakan karena harga karet dapat berubah dengan cepat jika dipengaruhi faktor iklim dan gangguan kondisi alam.

Saat suplai karet alam di pasar global terganggu hingga adanya permainan spekulan maka akan berimbas pasar pasar karet alam di bursa Singapore dan bursa Shanghai.

Pada awal tahun ini, pergerakan harga karet yang cukup signifikan belum dapat diprediksi karena belum adanya keyakinan investor terhadap keberhasilan vaksinasi anti COVID-19.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi global terkini disadari belum memicu peningkatkan permintaan karet di pasar internasional. Apalagi, negara-negara besar produsen karet juga belum pulih pasca cuaca ekstrem La Nina dan penyakit gugur daun pohon karet.

Namun jika merujuk analisa Dinas Perdagangan dan Gapkindo Sumsel diketahui terjadi harga keseimbangan baru di masa pendemi COVID-19 sudah terbentuk pada November 2020. Jumlah yang diminta sama dengan jumlah yang ditawarkan, khususnya supply dan demand di pasar Singapore Commodity Exchange (SICOM).

Dilihat dari grafik harga rata rata mingguan pada periode itu, harga keseimbangan baru berkisaran antara Rp18.146—Rp18.711 per Kg untuk KKK 100 persen. Namun pada saat tertentu, harga berfluktuasi akibat pengaruh perubahan pertumbuhan ekonomi dunia, kondisi pasar otomotif, harga minyak mentah dunia dan nilai tukar rupiah.

Sementara itu, berdasarkan data Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan dan Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel yang bersumber dari Singapore Commodity diketahui per 22 Januari 2021 harga karet kadar kering KKK 100 persen Rp18.665/Kg, KKK 70 persen Rp13.066, KKK 60 persen 11.199/Kg, KKK 50 persen 9.333/Kg, KKK 40 persen Rp7.466/Kg.

Harga ini relatif tidak terlalu berbeda dengan harga yang tercipta pada pekan kedua Januari 2021, yakni harga karet kadar kering KKK 100 persen Rp18.363/Kg, KKK 70 persen Rp12.854, KKK 60 persen 11.018/Kg, KKK 50 persen 9.182/Kg, KKK 40 persen Rp7.345/Kg.

“Harga ini sudah mulai membaik, setelah pada akhir tahun sempat bergejolak menjadi Rp17.797/Kg untuk karet KKK 100 persen. Sejak awal harga terus menanjak kembali,” kata Rudi.
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar