Kak Seto : Jokowi beri contoh tentang sahabat anak

id Jokowi, Sahabat Anak, Presiden Jokowi

Joko Widodo saat "blusukan" ke Pasar Gintung, Tanjung Karang Pusat, Lampung (Bayu Prasetyo/ANTARA)

Pekanbaru (Antaranews Lampung) - Aktivis perlindungan anak, Seto Mulyadi, menyatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah memberi contoh bagaimana negeri ini membutuhkan sosok sahabat anak yang dinilainya penting untuk melindungi mereka dari pengaruh negatif, seperti ketergantungan terhadap narkotika.
         
"Coba lihat sekarang, Presiden kita sudah main gobak sodor sama anak-anak," kata dia saat memberi motivasi kepada para orang tua yang anak-anak mereka menjadi pemadat karena terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika di Balai Rehabilitasi Sosial Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Rumbai, Kota Pekanbaru, Kamis.
         
Pria yang akrab disapa Kak Seto itu, berdialog dengan puluhan orang tua dalam kegiatan bertajuk Family Support Group (SFG) Wilayah Provinsi Riau.
         
Kegiatan itu digelar oleh Panti Sosial Permadi Putra (PSPP) Galih Pakuan Bogor yang merupakan unit rehabilitasi pencandu narkotiba di bawah naungan Kementerian Sosial.
         
Kak Seto mengatakan pada suatu pertemuan Presiden Jokowi pernah mengungkapkan kegundahan kepadanya tentang kondisi anak-anak Indonesia.
         
"Presiden pernah bertanya kepada saya, Kak Seto kenapa sekarang banyak anak-anak banyak yang kecanduan narkoba, gadget (gawai), rokok, sampai LGBT, dan radikalisme. Saya jawab, kita harus beri contoh jadi sahabat bagi anak-anak kita, ya caranya dari presiden jadi sahabat anak, menteri jadi sahabat anak," katanya.
         
Kemungkinan besar jawaban Kak Seto benar-benar dijalankan karena Presiden Jokowi memang dalam beberapa kesempatan kunjungan kerjanya melalukan permainan tradisional bersama anak-anak.
         
Menurut dia, sering kali orang tua berperan seperti komandan kepada anaknya sehingga jarak keduanya semakin jauh.
         
"Anak-anak kita terpapar gadget, narkoba dan lainnya kemungkinan karena mendapat nuansa yang tak nyaman di dalam keluarga," ujarnya.
         
Ia menambahkan ketika seorang anak sudah kecanduan narkoba, maka orang tua harus terus mendampingi dan menjadi figur yang bisa menjadi sahabat anak.
         
"Berikan dukungan, tetap banggalah kepada anak kita karena butuh figur, butuh dukungan kekuatan cinta," katanya.

         
 
Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar