Senin, 21 Agustus 2017

Analis : Cadangan devisa Indonesia memadai untuk stabilkan Rupiah

id Rupiah, keuangan, nilai tukar, mata uang
Analis : Cadangan devisa Indonesia memadai untuk stabilkan Rupiah
Ilustrasi (FOTO: ANTARA/Yudhi Mahatma )
Jakarta (Antara Lampung) - Analis perusahaan finansial FXTM menyatakan cadangan devisa meski menunjukkan sedikit penurunan tetapi masih dalam jumlah yang memadai untuk menunjang kestabilan nilai mata uang rupiah terhadap mata uang asing.
        
"Jumlah cadangan devisa dapat mencegah rupiah dari beragam bentuk fluktuasi dalam valuasi jangka panjang," kata VP Market Research FXTM Jameel Ahmad dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin.
        
Menurut dia, meski terjadi penurunan, tetapi diingatkan pada bulan sebelumnya bahwa cadangan devisa telah mencapai rekor tertinggi di dalam sejarah perekononian di Tanah Air.
        
Hal tersebut, lanjutnya, karena Bank Indonesia dinilai telah berkesempatan dalam beberapa bulan terakhir untuk mengisi cadangan devisa tersebut.
        
Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa stabilitas harga juga menjadi tujuan utama pemerintah sehingga jumlah cadangan devisa yang memadai juga akan membantu tujuan itu.
        
Sebagaimana diwartakan, cadangan devisa Indonesia turun 1,86 miliar dolar AS menjadi 123,09 miliar dolar AS pada akhir Juni 2017 dari Mei 2017 sebesar 124,95 miliar dolar AS, karena penarikan likuiditas valuta asing oleh perbankan untuk kebutuhan libur panjang Lebaran 2017.
        
Namun, Bank Indonesia menilai penurunan devisa tersebut hanya sementara karena kebutuhan perbankan terhadap likuiditas valas selama Juni 2017 hanya untuk berjaga-jaga, kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara dalam keterangan resmi.
        
"Jumlah cadangan devisa pada akhir Juni 2017 masih kuat untuk membiayai 8,9 bulan impor, atau 8,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor," kata Tirta.

 
ANTARA

Editor: Hisar Sitanggang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.009 seconds memory usage: 0.35 MB