Selasa, 26 September 2017

Petani Waykanan Nikmati TBS Sawit Harga Tertinggi

id perkebunan, lampung, sawit
Petani Waykanan Nikmati TBS Sawit Harga Tertinggi
Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit hasil panen para petani di Provinsi Lampung, menunggu angkutan untuk dibawa ke Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit (PKS). (Foto ANTARA/M.Tohamaksun)
Kami bersukur harga TBS kelapa sawit sekarang terus naik dan ini boleh dibilang yang paling tinggi, Rp1.700/Kg,"
Bandarlampung, (ANTARA LAMPUNG) - Para petani tanaman perkebunan khususnya kelapa sawit pada sejumlah desa dan kecamatan di Kabupaten Waykanan Provinsi Lampung sedang menikmati panen tandan buah segar (TBS) kelapa sawit dengan harga tertinggi minggu kedua Januari 2014 mencapai Rp1.700/Kg.

"Kami bersukur harga TBS kelapa sawit sekarang terus naik dan ini boleh dibilang yang paling tinggi, Rp1.700/Kg," kata petani Desa Wonoharjo, Kecamatan Bumi Agung, Kabupaten Waykanan, Provinsi Lampung sekitar 250 Km sebelah utara Kota Bandarlampung, Wiyono (51), di Wonoharjo, Selasa.

Bapak dari tiga orang anak dan mengaku memiliki sekitar lima hingga enam hektare (Ha) kebun kelapa sawit itu menjelaskan dalam dua bulan terakhir harga TBS kelapa sawit di desanya terus bergerak naik.

"Sekitar satu sampai dua bulan yang lalu harga TBS sawit di sini terus naik, mulai dari Rp1.300/Kg, lalu naik ke Rp1.500 hingga Rp1.600/Kg, dan sekarang menjadi sekitar Rp1.700/Kg," ujarnya.

Harga itu jauh lebih tinggi jika dibandingkan saat harga TBS sedang nerosot pada dua tahun lalu yang hanya di bawah Rp1.000/Kg, bahkan sekitar Rp700/Kg-nya.

Wiyono dan sejumlah petani kelapa sawit di daerahnya mengharapkan harga sawit sebesar Rp1.700/Kg itu bisa bertahan lama, bahkan jika perlu meningkat lagi, karena dengan haga itulah petani baru bisa menikmati keuntungan.

"Kalau harga sawit di atas Rp1.500/Kg petani baru bisa menikmati keuntungan, tetapi kalau di bawah itu boleh dikatakan merugi, karena biaya produksi dan perawatan kebunnya juga sudah tinggi," ujarnya.

Wiyono menambahkan, khusus di Desa Wonoharjo saja, terdapat lebih dari 850 hektare kebun kelapa sawit, yang ummnya diplasmakan ke perusahaan PT Palm Lampung Pesada (PLP) maupun milik petani sendiri, dengan masa panen sekitar dua kali dalam sebulan.

Para petani di sana selain giat menanam kelapa sawit juga karet, karena diyakini lebih menguntungkan, sedangkan lahan sawah yang tersedia hanya sedikit.

"Di sini umumnya petani berkebun sawit dan karet, kalau kelapa ada tapi hanya sedikit, begitu pula lahan sawah ada tapi tidak terlalu luas," ujanya pula.

Setiap tandan buah kelapa sawit, katanya menambahkan, rata-rata menghasilkan buah antara 25 sampai 30 Kg TBS, yang paling sedikit antara 10 sampai 15 Kg, sedangkan jika produksinya bagus atau subur bisa mencapai 60 Kg pertanan.

Tanaman kelapa sawit selain banyak dikelola oleh perusahaan swasta maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga oleh masyarakat di Perovinsi Lampung, antara lain di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung Tengah, Lampung Utara, Waykanan, dan Kabupaten Lampung Barat.

Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas yang menghasilkan Minyak Sawit Mentah (CPO) yang merupakan salah satu komoditas ekspor andalan Provinsi Lampung, juga bahan baku untuk pembuatan minyak goreng, baik untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Lampung maupun provinsi tetangganya, baik di Pulau Sumatera maupun Pulau Jawa.


Editor: Agusta Hidayatullah

COPYRIGHT © ANTARA 2014

Baca Juga

Generated in 0.0327 seconds memory usage: 0.46 MB