Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG)- Provinsi Lampung kembali memperoleh bantuan perluasan tanaman tebu dari pemerintah pusat sebagai akselerasi peningkatan produksi gula menuju swasembada pada 2014, kata Plt Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Lampung, Bambang GS.
        
"Lampung merupakan salah satu provinsi yang diberi tanggungjawab perluasan produksi tanaman tebu sehingga diharapkan d dapat swasembada gula pada 2014," ujar Bambang GS di Bandarlampung, Sabtu.
       
Ia menyebutkan, bantuan untuk akselerasi peningkatan produksi gula itu berlangsung sejak tahun 2006, dan sekarang masih berlangsung.
        
Di Lampung lanjut dia, dua kabupaten yang merupakan sentra perkebunan tebu yakni Lampung Utara dan Waykanan yang memperoleh bantuan perluasan tanaman tebu dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian.
        
Pola bantuannya, menurut dia, yakni dengan bantuan penguatan modal usaha kelompok. "Modal yang diberikan dengan bunga rendah yakni tujuh persen. Jika bunga bank komersial sekitar 12 persen, pemerintah menanggung bunga lima persen," kata dia.
        
Bambang menjelaskan, bantuan bergulir itu untuk kebun bibit datar (KBD) untuk perluasan tanaman atau dengan istilah bongkar ratun dan rawat ratun (perawatan).
        
Ia mengatakan, lebih lanjut, masing-masing kelompok diberikan bantuan rata-rata  Rp40 juta, untuk perluasan sekitar Rp21,9 juta dan rawat ratu Rp12,5 juta.
        
Pada tahun 2011 bantuan diberikan kepada kelompok tani di Kabupaten Waykanan senilai Rp8,5 miliar untuk tanaman tebu seluas 338 hektare, sedangkan pada 2012 juga untuk kelompok tani di Waykanan senilai Rp10,9 miliar untuk perluasan tanaman 500 ha.
        
Selain itu, kelompok tani juga diberikan alat berat berupa dua unit traktor serta 50 unit pompa air.
        
"Semuanya itu untuk mendukung akselerasi peningkatan produksi gula," jelas dia.
        
Lampung merupakan salah satu provinsi penghasil gula nasional dengan 31,79 produksi nasional.
        
Produksi gula Lampung pada 2010 mencapai 708.396 ton. Sementara pada 2011 produksinya hanya 631.568 ton, yang dihasilkan perusahaan gula di Lampung di antaranya PTPN VII, GMP dan Sugar Group.

Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar