Tim gabungan temukan seluruh jasad korban Aviastar

id jasad aviastar, ditemukan, basarnas, tim gabungan

Tim SAR mempersiapkan peti jenazah yang akan digunakan untuk mengevakuasi korban pesawat jatuh Aviastar DHC6/PK-BRM di Landasan Udara Sultan Hasanuddin Makassar (FOTO FOTO/Yusran Uccang)

Seluruh jenazah sudah dievakuasi dari lokasi penemuan, kemudian dibawa menggunakan tandu ke Desa Gamaru, pos dua berjalan kaki, selanjutnya dibawa lagi pos satu di desa Ulu Salu di lapangan SPM Rante
Makassar (ANTARA Lampung) - Tim gabungan akhirnya menemukan seluruh korban pesawat baik penumpang maupun kru pesawat Aviastar yang terjatuh di gunung Pajaja dan langsung mengevakuasi 10 jenazah tersebut ke posko.

"Seluruh jenazah sudah dievakuasi dari lokasi penemuan, kemudian dibawa menggunakan tandu ke Desa Gamaru, pos dua berjalan kaki, selanjutnya dibawa lagi pos satu di desa Ulu Salu di lapangan SPM Rante," kata Direktur Ops LAT Basarnas Brigjen TNI (Mar) Ivan Ahmad Rizki Titus saat dihubungi dari crisis center bandara, Selasa.

Ia menjelaskan empat helikopter yang membawa jasad korban tersebut rencananya akan transit di lapangan Kabupaten Sidrap untuk mengisi avtur atau bahan bakar heli tersebut selanjutnya akan menuju bandara Lanud Sultan Hasanuddin Maros.

"Tim sudah membawa jenazah korban dengan kantung mayat untuk dikumpulkan di Desa Salu. Diperkirakan waktu pengantaran jenazah dari lokasi menuju bandara lama Lanud Hasanuddin sekitar dua jam ke depan," katanya menyebutkan.

Diperkirakan jam 18.30 WITA seluruh jenazah yang diterbangkan dari lokasi akan tiba di Lanud Hasanuddin, Maros, Sulawesi Selatan.

Sementara Kapolres Luwu AKBP Adex Yudisman mengatakan kondisi sebagian pesawat sudah rusak parah dan ada bekas terbakar. Semua korban telah meninggal dunia dan kondisi jenazah mulai membengkak.

"Diperkirakan pesawat tersebut itu menabrak gunung Pajaja, diduga pesawat itu keluar jalur penerbangan dan kehilangan kontak," ujarnya.

Sebelumnya, pesawat Aviastar ini diketahui jenis PKBRM/DHC6 milik Aviastar dengan nomor penerbangan MV 7503 dinakhodai tiga kru pesawat yakni Capt Iri Afriadi dengan Co Pilot Yudhistira serta teknisi bernama Sukris hilang kontak pada Jumat (2/10/15).

Pesawat tersebut juga membawa tujuh penumpang lainnya yakni Nurul Fatimah, Lisa Falentin, Riza Arman, Sakhi Arqam, M. Natsir, Afif (bayi 1 tahun), Raya Adawiah (balita 3 tahun).
 
Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar