Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung melakukan pemantauan atas Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan dinas terkait di Kabupaten Pesawaran.

"Saat ini memang beberapa LSM telah melaporkan indikasi korupsi di Kabupaten Pesawaran antara lain diduga terjadi di Bappeda dan dinas setempat, dan hingga saat ini masih kami pelajari," kata Kasi Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejati Lampung Heru Widjatmiko, di Bandarlampung, Minggu (15/9).

Dia menegaskan, jika benar ada indikasi korupsi, pihaknya akan menindaklanjutinya secara profesional.

Menurut dia, tindak pidana korupsi merupakan suatu kejahatan yang sifatnya sangat merugikan masyarakat, sehingga penyelidikannya pun harus fokus sehingga menemukan titik terang.

"Semua laporan akan kami tindaklanjuti, tapi hendaknya jangan lupa melampirkan alat bukti yang diperlukan," katanya pula.

Ia mengungkapkan, puluhan massa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Lembaga Masyarakat Pesawaran (FKLMP) telah mendesak Kejati Lampung untuk mengusut secara tuntas dugaan keterlibatan Bupati Pesawaran Aries Sandi Darma Putra dalam kasus korupsi pengadaan buku SD dan SMP tahun 2010.

"Kami masih menunggu hasil laporan dari persidangan dengan terdakwa Isnaini, mengingat persidangannya saja belum selesai. Tunggu sampai vonisnya dulu, dan kami masih menunggu petunjuk dari pimpinan yaitu Kepala Kejati Lampung yang baru," katanya.

Sebelumnya, Koordinator Aksi dari FKLMP, Saprudin Tanjung dalam orasinya di kantor Kejati Lampung mengungkapkan adanya dugaan korupsi yang menyebutkan indikasi keterlibatan Bupati Pesawaran dalam penyelewengan penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Pendidikan Kabupaten Pesawaran tahun 2010 yang terungkap dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum dengan terdakwa Isnaini.

Pihaknya meminta kepada aparat penegak hukum dapat mengindahkan tuntutan masyarakat Pesawaran sebelum hal terburuk terjadi di kabupaten itu.

Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar