Petani sebut harga biji kopi robusta di Lampung tembus Rp70.000 per kilogram

id harga biji kopi, kopi robusta, kopi asal lampung, produksi kopi

Petani sebut harga biji kopi robusta di Lampung tembus Rp70.000 per kilogram

Ilustrasi - Petani kopi di Lampung Barat tengah menjemur biji kopi hasil panen (ANTARA/Agus Wira Sukarta)

Harga ini naik dibandingkan hasil panen sebelumnya yang hanya Rp30.000 hingga Rp35.000 per kilogram

Bandarlampung (ANTARA) - Salah seorang petani kopi asal Tanggamus menyatakan bahwa harga biji kopi robusta biji asalan di Provinsi Lampung saat ini mencapai Rp70.000 per kilogram.

"Kami senang harga biji kopi di tingkat petani cukup tinggi. Selain itu produksi kopi juga sangat baik tahun ini," kata Triyatno, petani asal Desa Ngarip Kecamatan Ulu Belu, Tanggamus, saat dihubungi dari Bandarlampung, Senin.

Ia menyebutkan pada periode sama tahun lalu harga biji kopi asalan hanya Rp35.000 per kilogram. Menurut dia, tingginya harga biji kopi tersebut mengingat permintaan konsumen tinggi, terutama pembeli lokal.

Triyatno menjelaskan, harga biji kopi saat ini membuat petani gembira karena dapat meningkatkan taraf ekonomi para petani setempat. Apalagi lanjutnya, harga kebutuhan pokok saat ini mahal.

"Kami bersyukur dengan harga kopi saat ini sehingga dapat memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga," ujarnya pula.

Di sisi lain, ia menjelaskan panen biji kopi pada tahun ini juga naik sekitar 30 persen dibandingkan tahun lalu. "Tahun lalu panen kopi hanya 700 kuintal per hektare," jelasnya.

Saprudin, petani kopi lainnya asal Lampung Barat juga turut mengatakan bahwa harga biji kopi robusta saat ini cukup tinggi menembus Rp70.000 hingga Rp73.000 per kilogram.

"Harga ini naik dibandingkan hasil panen sebelumnya yang hanya Rp30.000 hingga Rp35.000 per kilogram," jelasnya.

Ia mengakui gembira dengan harga kopi saat ini yang cukup tinggi dibandingkan sebelumnya sehingga dapat meningkatkan perekonomian petani kopi.

Saprudin berharap pemerintah dapat memberikan perhatian khusus terhadap kebutuhan petani terutama masalah distribusi pupuk, infrastruktur, dan lain lain.

Saat ini, Provinsi Lampung sendiri menjadi produsen kopi terbesar kedua nasional, dengan luas perkebunan mencapai 155.165 hektare. Produksi kopi di Lampung rata-rata didominasi oleh kopi robusta dengan total jumlahnya mencapai 108.069 ton.

Sedangkan, luas areal kopi nasional di 2023 tercatat mencapai 1.268.905 hektare dengan rata-rata produksi mencapai 756.097 ton atau terbesar keempat dunia. Pencapaian produksi ini menyumbang sekitar 6 persen kopi dunia.

Baca juga: Mentan apresiasi penerapan sambung pucuk kopi oleh petani di Lampung Barat

Baca juga: Jokowi minta produksi kopi per hektare harus naik

Baca juga: PJ Bupati Lampung Barat minta warga jaga mutu kopi hasil panen