Unair-Balai Veteriner Lampung perkuat inovasi kesiapsiagaan penyakit hewan

id Lampung ,Bandarlampung ,BVet

Unair-Balai Veteriner Lampung perkuat inovasi kesiapsiagaan penyakit hewan

Pengabdian Masyarakat Universitas Airlangga ke Balai Veteriner Lampung. (ANTARA/HO-BVet Lampung)

Di Laboratorium Bioteknologi BVet Lampung, kami melakukan inovasi seleksi bibit unggul melalui pengujian genotipe pada kambing dan domba muda

Bandarlampung (ANTARA) - Universitas Airlangga (Unair) dan Balai Veteriner (BVet) Lampung memperkuat inovasi genetik kesiapsiagaan penyakit hewan dalam industri pariwisata, hingga strategi pemulihan ternak usai wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

"Di Laboratorium Bioteknologi BVet Lampung, kami melakukan inovasi seleksi bibit unggul melalui pengujian genotipe pada kambing dan domba muda," kata Guru Besar Virologi Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UNAIR Prof Suwarno, dalam keterangan yang diterima di Bandarlampung, Kamis.

Dia mengatakan bahwa analisis DNA pada gen pertumbuhan seperti growth hormone atau leptin serta gen kualitas susu seperti casein dan β-lactoglobulin memungkinkan identifikasi dini ternak tipe pedaging maupun perah.

"Dengan teknologi ini, ternak berpotensi rendah dapat segera dieliminasi, sementara yang membawa gen unggul dipertahankan sebagai calon bibit. Percepatan seleksi akan menentukan efisiensi pemuliaan nasional,” kata dia.

Sementara itu, Dosen FKH UNAIR Prof Anam Al Arif menekankan pentingnya ransum usai Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang diperkaya mineral esensial seperti selenium (Se) dan zinc (Zn) untuk mempercepat pemulihan sistem imun dan produktivitas ternak.

"Permasalahan reproduksi yang banyak muncul setelah wabah PMK yakni gangguan hormonal dan rendahnya status nutrisi ruminansia. Sehingga dibutuhkan ransum usai PMK," kata dia.

Kepala UPTD Pembibitan Ternak Kambing Saburai, Bapak Ibnu Hajar turut menyoroti perkembangan genetik kambing Saburai, hasil persilangan Boer dan Peranakan Etawa.

"Genotipe G2 (75 persen Boer – 25 persen PE) kembali ditegaskan sebagai fokus pemuliaan karena menunjukkan performa fenotipe paling unggul," kata dia.

Baca juga: Balai Veteriner Lampung-Unair perkuat SDM laboratorium

Baca juga: Barantin kampanyekan vaksinasi guna cegah penyebaran PMK kepada hewan

Baca juga: Disnakkeswan Lampung perketat lalu lintas ternak cegah PMK

Pewarta :
Editor : Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.