Logo Header Antaranews Lampung

Lampung lakukan modifikasi cuaca untuk kurangi risiko bencana

Rabu, 17 Desember 2025 18:03 WIB
Image Print
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meninjau Tim Operasi Modifikasi Cuaca di Bandara Radin Inten II Lampung. ANTARA/HO-Pemprov Lampung
Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen untuk mengambil langkah-langkah preventif guna mengurangi risiko bencana hidrometeorologi

Bandarlampung (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melakukan operasi modifikasi cuaca sebagai salah satu langkah preventif dalam mengurangi risiko bencana hidrometeorologi di wilayah itu.

"Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen untuk mengambil langkah-langkah preventif guna mengurangi risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, serta memastikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat," ujar Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal berdasarkan keterangan di Bandarlampung, Rabu.

Ia mengatakan salah satu langkah preventif tersebut yaitu dilakukan dengan melaksanakan kegiatan operasi modifikasi cuaca.

"Hari ini dilakukan peninjauan kegiatan operasi modifikasi cuaca sebagai langkah antisipatif Pemerintah Provinsi Lampung dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem dan peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah Lampung," katanya.

Dia menjelaskan operasi modifikasi cuaca tersebut dilaksanakan dengan tujuan mengendalikan pertumbuhan awan hujan agar dapat turun lebih awal di wilayah perairan, sehingga dampak hujan lebat di daratan dapat diminimalkan.

"Pemerintah Provinsi Lampung pun terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat dan instansi terkait dalam rangka memastikan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca berjalan optimal," ucap dia.

Berdasarkan prakiraan cuaca pada periode 17-24 Desember 2025, sebagian besar wilayah Lampung diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, bahkan berpotensi hujan lebat di beberapa wilayah, terutama pada siang hingga sore hari.

Beberapa wilayah berpotensi mengalami curah hujan tinggi hingga mendekati 100 milimeter, dengan kecepatan angin berkisar 15 hingga 20 knot.

"Saat ini pelaksanaan operasi modifikasi cuaca dilakukan menggunakan pesawat jenis Fletcher yang memiliki jangkauan operasi terbatas, sehingga diperlukan strategi tambahan untuk mengoptimalkan efektivitas pelaksanaan. kegiatan," ucap dia.

Berdasarkan data tim operasi modifikasi cuaca terkait dengan perkembangan kondisi atmosfer serta potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah perairan barat Sumatra yang diperkirakan dapat bergerak menuju Provinsi Lampung.

Berdasarkan hasil pemantauan, pola angin saat ini bergerak dari barat hingga barat laut, sehingga berpotensi mendorong awan hujan ke wilayah daratan Lampung.

Oleh karena itu, tim operasi modifikasi cuaca mengusulkan pembentukan posko bayangan di wilayah pesisir barat Sumatra guna memperluas jangkauan operasi pesawat dan meningkatkan efektivitas pengendalian awan hujan.

Baca juga: Lamsel perkuat sinergi lintas sektor hadapi ancaman Hidrometeorologi

Baca juga: Wagub Lampung minta penyampaian informasi cuaca akurat untuk tingkatkan kewaspadaan

Baca juga: Lampung pastikan kesiapsiagaan hadapi bencana hidrometeorologi



Pewarta :
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026