Bandarlampung (ANTARA) - Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Politeknik Negeri Lampung (Polinela) yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun 2025 telah sukses dilaksanakan di Tiyuh Candra Kencana, Kabupaten Tulang Bawang Barat.
Program ini mengusung tema “Transformasi Pertanian Konvensional Menuju Presisi: Studi Kasus Penerapan Rainwater Harvesting pada Gapoktan di Tulang Bawang Barat.”
Kegiatan PKM diketuai Aniessa Rinny Asnaning, dengan anggota tim Agiska Ria Supriyatna dan Desty Aulia Putrantri. Program ini bertujuan untuk memperkenalkan teknologi pemanenan air hujan (rainwater harvesting) dan sistem irigasi cerdas (smart irrigation) kepada masyarakat, khususnya kelompok tani dan ibu rumah tangga di wilayah tersebut.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Ketua TP PKK Tulang Bawang Barat Novianty Novriwan, serta Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tulang Bawang Barat. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap transformasi pertanian berkelanjutan.
Para peserta adalah anggota Gapoktan Lestari Makmur serta ibu-ibu rumah tangga sekitar wilayah Tiyuh Candra Kencana. Mereka mengikuti rangkaian pelatihan yang meliputi edukasi teknologi pemanenan air hujan, praktik penerapan sistem, hingga simulasi penggunaan smart irrigation dalam budidaya hortikultura.
Hasil pelaksanaan PKM menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan peserta. Nilai rata-rata pre test sebesar 42,3 meningkat menjadi 84,7 pada post test, yang mencerminkan efektivitas kegiatan edukasi yang diberikan.
Secara teknis, sistem rainwater harvesting yang diterapkan mampu menampung rata-rata 4.200 liter air hujan per bulan, menghemat penggunaan air hingga 43 persen, serta meningkatkan produktivitas tanaman hortikultura sekitar 25 persen dibanding kondisi sebelumnya.
Melalui program ini, tim pelaksana berharap teknologi pemanenan air hujan dan smart irrigation dapat menjadi solusi berkelanjutan bagi para petani di Tulang Bawang Barat, terutama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan keterbatasan sumber daya air.
Kesimpulannya, penerapan teknologi tersebut terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi air, produktivitas pertanian, sekaligus memperkuat kapasitas kelembagaan petani di tingkat lokal.
Melalui penerapan ini, kegiatan PKM menjadi contoh nyata kolaborasi antara akademisi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendorong inovasi pertanian yang lebih adaptif dan presisi.
Baca juga: Polinela hadirkan empat paket wisata edu-ekowisata di Desa Poncowati Lampung Tengah
Baca juga: Prodi Tekben Polinela adakan pelatihan produksi benih dan buah melon kepada petani muda
Baca juga: Tim Polinela temukan manfaat maggot BSF untuk pengelolaan feses ayam broiler
