Kaum Ibu Minta Program Wisata Rohani Berlanjut

id Wisata Rohani Lampung, Pemprov Lampung Wisata Rohani, Ridho Ficardo, Pilgub Lampung 2018

M Ridho Ficardo di tengah kaum ibu, dalam silaturahmi dan dialog di Desa Utama Jaya, Kecamatan Seputih Mataram, Kabupaten Lampung Timur, Jumat (13/4). (FOTO: ANTARA Lampung/Ist)

Lampung Timur (Antaranews Lampung) - Program wisata rohani yang digulirkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung pada era kepemimpinan M Ridho Ficardo sebagai gubernur, ternyata memberikan dampak positif secara langsung bagi masyarakat di Bumi Ruwa Jurai ini sehingga perlu dilanjutkan. 
 
Kaum ibu mengharapkan program keagamaan yang telah dicanangkan oleh Gubernur Ridho bersama Wagub Bachtiar Basri sebelumnya, diminta untuk berlanjut dan masuk lebih dalam ke lingkup ranah pondok pesantren (ponpes) se-Provinsi Lampung.
 
Harapan itu disampaikan, saat calon gubernur nomor urut 1 tersebut mengunjungi masyarakat Desa Utama Jaya, Kecamatan Seputih Mataram, Kabupaten Lampung Timur (Lamtim), Jumat (13/4).
 
Menurut ibu Yuni dari pengajian Majelis Muslimah Seputih Mataram, meminta agar ada bantuan untuk kelangsungan wisata rohani Wali Songo, karena selama ini kesulitan dalam hal transportasi.

Begitu juga dengan salah satu santri di Pondok Pesantren Darul Hikmah, Amanatul Fahriyati Kamilah yang berharap kepada Ridho Ficardo agar santri-santri di pondok pesantren juga dapat merasakan wisata rohani ziarah makam Wali Songo. 
 
"Kalau bisa, berangkat bareng pak Ridho juga kami mau," ujarnya berseloroh.

Menanggapi hal itu, Ridho menyatakan bahwa program wisata rohani selama ini memang sudah ada dan berjalan dengan baik. "Insya Allah, nanti kita tambah kuota agar lebih banyak masyarakat yang diberangkatkan," ujar Ridho, disambut riuh tepuk tangan warga.
 
Pemprov Lampung telah memberangkatkan Program Wisata Rohani/Tirtayatra ke Bali untuk umat Hindu di Lampung sebanyak 900 orang pada tahun 2017 lalu.
Kemudian pemprov juga telah melaksanakan program umrah dan wisata rohani Wali Songo untuk umat muslim di Lampung hingga sekitar 10.000 orang di akhir tahun 2017. (Rilis bb)
Pewarta :
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar