TNI akan buka 5.000 ha lahan pertanian

id TNI, lahan pertanian

TNI akan buka 5.000 ha lahan pertanian

Dokumentasi/Prajurit TNI bersama warga tanam jagung (antaranews.com)

Gorontalo (Antara Lampung) - Pangdam XIII Merdeka Mayjen Ganip Warsito mengatakan pihaknya akan membuka 5.000 hektare lahan pertanian tersebar di wilayah Provinsi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo.
"TNI bersyukur mendapatkan kepercayaan dari pemerintah untuk membuka dan mengolah lahan pertanian tersebut, sebagai bukti peran nyata satuannya di tengah-tengah masyarakat," ujar Ganip di Gorontalo, Jumat.
Kunjungannya di Gorontalo, kata dia, selain untuk menghadiri serah terima jabatan Komandan Brigade Infanteri (Brigif) 22 Ota Manasa, juga untuk bersilaturahmi dengan jajarannya, di antaranya mengunjungi Koramil dan melihat langsung peran para anggota TNI khususnya dalam mendorong peningkatan produksi pertanian di daerah itu.
Pembukaan lahan pertanian tersebut tahun ini, diharapkan merata di tiga wilayah yang dibawahi Kodam XIII Merdeka yang bermarkas di Kota Manado, Sulawesi Utara, dalam rangka meningkatkan peran TNI di tengah-tengah masyarakat.
"TNI senantiasa menunjukkan kinerja dan eksistensinya di tengah-tengah masyarakat, di antaranya melalui peran nyata dalam mendorong produktivitas di sektor pertanian," kata Ganip.
Wakil Bupati Gorontalo Utara, Roni Imran mengaku mengapresiasi peran TNI khususnya di kabupaten tersebut. "Pemerintah daerah dan TNI dari berbagai satuan di daerah ini, berhasil menjalankan kerja sama dalam pengawasan penyaluran bantuan pertanian," ujarnya.
Distribusi bibit, pupuk dan alat mesin pertanian di daerah ini terlaksana dengan optimal dan tepat sasaran, berkat dukungan pihak TNI, khususnya Koramil di setiap kecamatan.
"Pemerintah daerah berharap, kerja sama ini terus berlangsung ditambah dengan pengawasan terkait distribusi komoditas unggulan agar harga di pasaran tidak anjlok," ujar Wakil Bupati.

ANTARA/ant

Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.