Bandarlampung (ANTARA) - Rektor Institut Teknologi Sumatera (Itera) Prof Dr I Nyoman Pugeg Aryantha mengatakan bahwa mahasiswa yang akan melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN) siap menerapkan teknologi untuk menyelesaikan persoalan yang berada di desa.
"Pentingnya peran mahasiswa dalam menerapkan teknologi dan pengetahuan akademik untuk membantu menyelesaikan persoalan nyata di desa," katanya dalam keterangan yang diterima di Bandarlampung, Selasa.
Ia menyampaikan bahwa pada tahun ini terdapat 3.307 mahasiswa Itera yang diterjunkan untuk melaksanakan KKN di 12 kabupaten/kota di Provinsi Lampung, hingga 8 Februari 2026.
"Pada KKN periode ini, para mahasiswa akan mengabdi di 223 desa yang tersebar di Kota Bandarlampung, Kabupaten Lampung Tengah, Pesawaran, Tulang Bawang, Lampung Selatan, Lampung Timur, Pringsewu, Pesisir Barat, Tanggamus, Lampung Barat, Tulang Bawang Barat, dan Lampung Utara," kata dia.
Rektor juga mengingatkan seluruh peserta KKN agar mengutamakan kesehatan dan keselamatan selama menjalankan program pengabdian, serta mematuhi standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.
"Utamakan keselamatan dan kesehatan. Patuhi aturan setempat dan maksimalkan potensi serta waktu yang dimiliki untuk memberi manfaat bagi masyarakat,” pesan Rektor.
Ketua Pusat Pengabdian kepada Masyarakat dan KKN Itera Dr Indra Herlina, ST, MSi menjelaskan bahwa 3.307 mahasiswa tersebut akan didampingi oleh 131 dosen pembimbing lapangan.
"Pada semester ini, Itera menyelenggarakan empat skema KKN, yakni KKN Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dan KKN Tematik yang mulai dilaksanakan tahun ini, serta dua skema pengembangan yang telah rampung, yaitu KKN Rekognisi dan KKN Tematik Smart," kata dia.
Ia mengatakan keempat skema ini dirancang untuk memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan dan memperluas dampak pengabdian Itera di masyarakat,” kata dia.
"Sebelum melaksanakan KKN mahasiswa dan dosen pembimbing lapangan juga telah diberikan arahan dan pembekalan sehingga mereka benar-benar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat desa," kata dia.
Baca juga: Itera rancang dan kembangkan mesin pengering kelapa "indirect dryer"
Baca juga: PHE OSES dan SKK Migas sosialisasi industri hulu migas ke mahasiswa Itera
Baca juga: Itera perkenalkan 41 prodi kepada 1.032 siswa SMA/SMK sederajat
