Bandarlampung (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung mencatat capaian imunisasi dasar lengkap (IDL) hingga bulan November mencapai 88 persen dari target yang telah ditetapkan yakni 19.748 bayi.
"Catatan kami hingga November 2025, cakupan IDL di kota ini telah mencapai 88 persen atau sebanyak 17.378 bayi," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung Muhtadi Arsyad Tumenggung, di Bandarlampung, Rabu.
Menurutnya, capaian ini menunjukkan komitmen kuat seluruh jajaran kesehatan di Bandarlampung dalam melindungi anak-anak dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.
"Namun demikian, Dinas Kesehatan masih mencatat sebanyak 887 bayi masuk kategori zero-dose, yakni anak yang belum menerima imunisasi sama sekali sejak Januari hingga November 2025," kata dia.
Dia mengatakan, dari 20 Kecamatan yang ada di kota ini, daerah Panjang menjadi wilayah dengan cakupan terendah, yakni 79 persen, hal ini disebabkan oleh masih kurangnya partisipasi masyarakat dalam membawa anaknya untuk diimunisasi.
"Untuk mengejar anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi, Pemerintah Kota Bandarlampung melalui puskesmas melaksanakan kegiatan Kejar Imunisasi Lengkap dengan metode door to door.
Dia mengatakan, kegiatan ini dilakukan berdasarkan data posyandu agar intervensi lebih tepat sasaran. Di mana Petugas puskesmas bersama kader posyandu turun langsung ke rumah warga untuk melengkapi imunisasi anak hingga usia balita.
"Dalam mendukung keberhasilan program imunisasi, Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung memperkuat koordinasi lintas sektor, mulai dari sekolah, PAUD, posyandu, hingga kelurahan. Sinergi juga dilakukan dengan Dinas Pendidikan serta Kementerian Agama Kota Bandarlampung," kata dia.
