Logo Header Antaranews Lampung

Pertamina berikan bantuan pelatihan dan pendampingan kepada UMKM di Lampung

Rabu, 7 Januari 2026 21:29 WIB
Image Print
Para pekerja Marimar Snack tengah membuat berbagai makanan ringan. Pertamina Patra Niaga Sumbagsel memberikan bantuan pelatihan dan pendampingan UMKM di Lampung tersebut (ANTARA/HO-Pertamina Patra Niaga)
Selain dukungan permodalan, kami juga mendapat pendampingan dalam pengurusan perizinan serta akses pemasaran ke toko oleh-oleh di Lampung dan sejumlah toko modern

Bandarlampung (ANTARA) - Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel memberikan bantuan yang disertai dengan pelatihan dan pendampingan usaha kepada pelaku UMKM makanan ringan di Lampung.

"Selain dukungan permodalan, kami juga mendapat pendampingan dalam pengurusan perizinan serta akses pemasaran ke toko oleh-oleh di Lampung dan sejumlah toko modern," kata Theresia Mariyani pemilik usaha Marimar Snack, dalam keterangannya di Bandarlampung, Rabu.

Saat ini, Marimar Snack berlokasi di Dusun 03 Sidomulyo, Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah telah mempekerjakan lima orang. Sebagian besar tenaga kerja merupakan anak putus sekolah dan ibu rumah tangga yang kini memiliki kesempatan untuk memperoleh penghasilan secara mandiri.

Ia menjelaskan produk yang dihasilkan semakin beragam, antara lain keripik tempe, aneka enting enting berbahan kacang, wijen, tiwul, dan melinjo, serta keciput, pastel, kembang goyang, klanting udang, dan kacang oven. Seluruh produk dibuat menggunakan resep turun-temurun dengan cita rasa khas yang terus dijaga.

Pada tahun 2010, ia mulai memproduksi pastel, kacang sembunyi, dan pangsit dalam jumlah terbatas untuk camilan keluarga dan dititipkan ke warung sekitar. Respons pasar yang positif mendorongnya mengembangkan usaha dengan menambah variasi produk, seperti keripik tempe koin, kembang goyang, kacang oven, dan keciput.

Pada awalnya, Theresia menjalankan seluruh proses usaha seorang diri, mulai dari pengadaan bahan baku hingga pengantaran pesanan.

Seiring meningkatnya permintaan, ia merekrut dua ibu rumah tangga untuk membantu produksi. Namun, pertumbuhan pesanan tersebut juga meningkatkan kebutuhan modal, sehingga usaha Theresia mulai menghadapi keterbatasan.

“Waktu itu saya sudah sangat kewalahan dengan modal. Pesanan banyak, tetapi uang untuk produksi terbatas. Pada tahun 2018, saya bertemu dengan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel yang mengenalkan program pemberdayaan UMKM. Saya tidak pernah membayangkan sebelumnya bisa mendapatkan bantuan tersebut,” kenang Theresia.

Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa pendampingan usaha UMKM tidak sekadar berfokus pada pemberian modal.

“Marimar Snack menjadi contoh nyata bagaimana pendampingan yang berkelanjutan mampu mengubah usaha rumahan menjadi usaha yang berdaya saing. Dari bekerja sendiri hingga mampu memberdayakan lima orang, dari pemasaran di warung hingga masuk ke toko modern. Inilah dampak yang ingin terus kami hadirkan melalui program pemberdayaan,” jelas Rusminto.

Sebagai bagian dari implementasi Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), pemberdayaan Marimar Snack turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui penciptaan lapangan kerja, Tujuan 5 (Kesetaraan Gender) melalui pemberdayaan perempuan, dan Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan UMKM lokal.

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel berkomitmen untuk terus mendampingi UMKM binaan agar semakin mandiri dan berdaya saing.

Baca juga: Pertamina pastikan ketahanan dan pelayanan BBM di Sumbagsel selama Nataru

Baca juga: PGE dan PLN IP dengan PLN sepakati tarif PLTP Ulubelu berkapasitas 30 MW

Baca juga: Pertamina Patra Niaga kuatkan transformasi digital topang energi nasional



Pewarta :
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026