LKBN ANTARA-Menara62.com Memulai Era 'Turn Back Hoax"

id kerja sama lkbn antara-menara62.com

LKBN ANTARA-Menara62.com Memulai Era 'Turn Back Hoax"

Direktur Utara Perum LKBN ANTARA Meidyatama Suryodiningrat dan Direktur Pemberitaan, Aat Surya Syafaat berbincang degan pengurus PP Muhammadiyah usai menandatangani MoU, Jumat (23/12) (FOTO ANTARA: Dok)

...Kita punya tanggung jawab untuk memberi arahan dan informasi yang tepat," ujarnya...

Jakarta (ANTARA Lampung) - Perusahaan Umum (Perum) Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA melakukan kerja sama pemberitaan dengan Menara62.com dan menyatakan siap bersama-sama memulai era "turn back hoax" dengan menampilkan berita-berita terverifikasi benar serta bermanfaat bagi publik dan umat.

"Saya merasa dengan kerja sama yang dilakukan, tidak hanya dari pemerintah, dari ANTARA dan Muhammadiyah, tapi juga yang lainnya (untuk menghadapi informasi yang tidak bertanggung jawab di media sosial atau internet) akan bisa memasuki suatu masa atau era 'Turn Back Hoax'," kata Direktur Utama Perum LKBN ANTARA, Meidyatama Suryodiningrat usai menandatangani MoU bersama Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad di Jakarta, Jumat.

Ia meyakini medium internet termasuk media sosial yang sebenarnya baik namun dimanipulasi untuk hal-hal yang tidak membanggakan dalam kurun waktu satu hingga dua tahun terakhir akan memasuki era arus balik, di mana secara bersama-sama institusi yang memiliki kredibilitas akan kembali mendudukkan permasalahan ke tempat yang lebih jernih.

"Bahwa orang akan berpendapat apapun itu terserah pada mereka masing-masing, tapi yang jelas informasi itu harus berimbang, tidak dimonopoli dengan 'hoax' yang hanya berisi kebohongan atau informasi palsu. Kita punya tanggung jawab untuk memberi arahan dan informasi yang tepat," ujarnya.

Muhammadiyah, menurut Meidyatama, bukan sekedar institusi keagamaan, tetapi juga institusi kemasyarakatan yang memiliki pengetahuan di berbagai bidang, sehingga bisa ikut membantu mencerdaskan dan meletakkan permasalahan-permasalahan bangsa kepada pemikiran yang lebih cocok dengan Indonesia yang berbudi luhur.

Sedangkan ANTARA, menurut dia, memiliki tugas sebagai kantor berita nasional yang memberikan pemberitaan berimbang, tidak hanya dikuasai elemen-elemen politis yang memiliki kepentingan tertentu.

"Nah kerja sama ini tidak hanya sekedar terkait konten, tapi yang lebih penting lagi kita bisa bekerja sama menjalankan distribusi, di mana distribusi dari ANTARA maupun Muhammadiyah bisa mencapai sejumlah pemirsa, pembaca, atau 'follower' yang lebih banyak. Karena saya rasa ANTARA merupakan jalur terbesar distribusi informasi," ujar dia.

Sementara itu, Pimpinan Redaksi Menara62.com, Imam Prihadioko mengatakan, kerja sama dengan LKBN ANTARA akan memperbesar media online milik Muhammadiyah yang dipimpinnya.

"Kita sangat berterima kasih bisa bekerja sama dengan ANTARA. Kami 'ngenger' (ikut orang lain) untuk bisa bekerja sama dengan ANTARA karena kami berharap bisa belajar hingga menjadi besar seperti ANTARA," ujar Imam.

Ia mengatakan tantangan terbesar dalam langkah awal menjalankan media "online" adalah membangun media terpercaya seperti "tagline" yang sudah dibuat yakni Kabar Terpercaya.

"Isinya bukan sekedar hura-hura, bombastis saja, apalagi ini media berbayar, Rp2.000 per bulan. Maka mereka yang mengikuti Menara62.com tidak hanya dapat berita tapi juga akan dapat pengetahuan jurnalistik, fotografi dan sebagainya," lanjutnya.

Penandatanganan MoU antara LKBN ANTARA dengan PP Muhammadiyah yang juga dihadiri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy dan Direktur Pemberitaan LKBN ANTARA, Aat Surya Safaat sekaligus menjadi peluncuran media online Menara62.com yang dilakukan di Kantor PP Muhammadiyah. (Ant)

Pewarta :
Editor : Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.