
Jateng-Lampung sepakati 11 kerja sama senilai Rp832,3 miliar per tahun

Kerja sama ini untuk menumbuhkan ekonomi baru di masing-masing provinsi
Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Lampung melakukan penandatanganan sebanyak 11 perjanjian kerja sama berbagai bidang dengan nilai transaksi mencapai Rp832,3 miliar per tahun.
Penandatanganan kerja sama itu disaksikan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di Mahan Agung, Kota Bandar Lampung pada Selasa (6/1) malam.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dalam pernyataan di Semarang, Rabu, mengatakan kerja sama yang dibangun dengan Pemprov Lampung tersebut dalam rangka untuk menumbuhkan ekonomi baru di kedua wilayah.
Kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepakatan saat pertemuan antargubernur di Kepulauan Riau pada Juni 2025.
"Kerja sama ini untuk menumbuhkan ekonomi baru di masing-masing provinsi," kata mantan Kapolda Jateng itu.
Ia menegaskan bahwa kerja sama itu bukan berarti Jateng lebih maju daripada Lampung, melainkan agar maju dan berkembang bersama-sama.
Hal tersebut juga dalam rangka membangun konektivitas melalui collaborative government (pemerintahan kolaboratif) yang diciptakan.
"Semoga kerja sama ini terealisasi dengan baik, selaras dengan program Presiden dalam rangka pemerataan pembangunan nasional," katanya.
Sebelas kerja sama tersebut, meliputi penguatan pendidikan vokasi melalui penyelenggaraan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kembar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Kemudian, fasilitasi pengembangan sektor industri dan perdagangan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Dua kerja sama tersebut berlaku dalam jangka waktu lima tahun.
Selanjutnya, pemanfaatan gas bumi dan pengembangan energi baru terbarukan oleh PT Jateng Petro Energi (JPEN) dengan PT Lampung Jasa Utama (Perseroda), perdagangan multi komoditas oleh PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (Perseroda) dengan PT Wahana Raharja (Perseroda).
Penyediaan bahan pangan komoditas hasil pertanian dan perkebunan oleh PT Jateng Argo Berdikari (Perseroda) dengan PT Wahana Raharja dan Koperasi Produsen Agro Gelem Hijau.
Berikutnya, kerja sama oleh asosiasi di Jateng dengan Lampung, antara lain Hipmi Jateng dengan Hipmi Lampung tentang peningkatan kapasitas institusi di bidang pertanian, perkebunan, dan peternakan, serta bidang maritim, kelautan, dan perikanan.
Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan bahwa misi kerja sama itu banyak sekali yang dibahas, mulai antarorganisasi perangkat daerah di masing-masing pemerintah provinsi, hingga asosiasi pengusaha.
"Kami berharap ke depan akan ada hubungan kolaborasi yang kuat, serta saling menunjang dan mengangkat antara Lampung dan Jateng. Kami melihat karakteristik dari dua provinsi ini, baik dari komoditas maupun kebutuhan industri, ke depan akan bisa saling menguatkan," katanya.
Di luar 11 kerja sama baru tersebut, Jateng dan Lampung pada 2025 sudah menjalin kerja sama dalam berbagai bidang, misalnya Dinas Koperasi dan UKM melalui Mitra Agen dan penjualan ritel, Dinas Sosial melalui layanan pemulangan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).
Baca juga: Lampung dan Jawa Tengah jalin kerja sama genjot pertumbuhan ekonomi
Baca juga: Lampung perkuat mitigasi potensi gempa Megathrust dan tsunami
Baca juga: Pemprov Lampung fokus percepatan pembangunan daerah pada 2026
Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor:
Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
