Epidemiolog ingatkan wisatawan harus tahu zona daerah tujuan wisata

id Liburan tetap sehat,liburan saat pandemi,antisipasi COVID-19 saat libur,wisata aman

Epidemiolog ingatkan wisatawan harus tahu zona daerah tujuan wisata

Ketua Departemen Epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Dr Tri Yunis. (ANTARA/Muhammad Zulfikar)

Kalau kita pergi ke kabupaten atau kota zona hijau berarti aman
Jakarta (ANTARA) - Ketua Departemen Epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Dr Tri Yunis mengingatkan wisatawan yang ingin berlibur terlebih dahulu harus mengetahui zona daerah tujuan wisata apakah hijau, kuning, oranye atau merah sehingga bisa mengantisipasi penularan COVID-19.

"Pertama, kita harus tahu pergi ke mana. Kalau kita pergi ke kabupaten atau kota zona hijau berarti aman," kata Tri Yunis saat diskusi daring yang dipantau di Jakarta, Rabu.

Dengan mengetahui zona COVID-19 suatu daerah, maka masyarakat yang ingin berlibur bisa mengantisipasi sedini mungkin dan menghindari daerah zona oranye apalagi merah.
Baca juga: Cara aman berwisata di masa pandemi


Ia menegaskan masyarakat yang tetap melakukan wisata atau berlibur ke zona oranye atau merah, maka risiko tertular COVID-19 jauh lebih tinggi meskipun hanya sebatas jalan-jalan biasa atau mengunjungi pusat perbelanjaan.

"Bahkan ke zona oranye pun kita tetap berisiko terpapar. Oleh sebab itu, sebaiknya ke zona kuning atau hijau," katanya.

Meskipun demikian, Dr Tri Yunis mengingatkan masyarakat yang ingin liburan tersebut tetap harus mematuhi protokol kesehatan misalnya memakai masker, menjaga jarak fisik termasuk rajin mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir.



Sementara itu, pimpinan yayasan Al-Fachriyah Habib Salim Jindan yang juga salah seorang pemateri mengatakan setiap agama yang diakui oleh Pemerintah Indonesia sejatinya mengajarkan tentang kebersihan dan menjaga keimanan.

Ia mengatakan agama Islam juga mengajarkan tentang kebersihan. Bahkan, sejak kecil anak-anak sudah diajarkan oleh orang tuanya untuk menjaga kebersihan misalnya cuci kaki dan menggosok gigi sebelum tidur. Bahkan, setelah bangun tidur pun harus menjaga kebersihan.

"Agama Islam juga mengajarkan cara makan bahkan beradaptasi dengan lingkungan supaya mengutamakan kebersihan," katanya.

Karena itu, sebagai tokoh agama, Habib Salim Jindan menyakini setiap agama melalui pemimpin masing-masing mengajarkan tentang kebersihan.
Baca juga: Kemenparekraf yakinkan masyarakat berwisata aman masa adaptasi kebiasaan baru
Baca juga: Begini enam fase menuju "aman" yang dilewati, sebelum bebas melancong lagi

Pewarta :
Editor : Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar