Lampung minta masyarakat tingkatkan konsumsi pangan lokal

id Keberagaman pangan, konsumsi pangan lokal, pangan lokal Lampung,hari pangan sedunia

Lampung minta masyarakat tingkatkan  konsumsi pangan lokal

Singkong atau ubi kayu, salah satu pangan lokal produksi Lampung. Lapak pengepulan singkong di Kabupaten Lampung Timur. (FOTO: ANTARA Lampung/muklasin)

Bandarlampung (ANTARA) - Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Ketahanan Pangan (TPH)  Provinsi Lampung mengajak masyarakat terus mengkonsumsi pangan lokal guna meningkatkan serapan konsumsi tanaman pangan lokal Lampung.

"Diharapkan masyarakat dapat meningkatkan konsumsi pangan lokal, terlebih lagi menjelang hari pangan, sebab kita memiliki banyak pangan lokal seperti ubi kayu yang saat ini belum terlalu banyak yang mengkonsumsi sebagai pangan pengganti beras," ujar Kusnardi, saat dihubungi di Bandarlampung, Jumat.

Ia mengatakan, dengan meningkatkan konsumsi pangan lokal di tengah pandemi COVID-19, dapat membuka peluang untuk menambah produktivitas pangan lokal Lampung.

"Di masa pandemi COVID-19 pangan, energi, air, sangatlah diperlukan oleh banyak negara, sehingga ini dapat menjadi peluang untuk menjadikan pangan lokal, agar menjadi komoditi yang dilirik," ujarnya.

Menurutnya, untuk membantu meningkatkan produktifitas, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan lahan di sekitar untuk membudidayakan tanaman lokal di sekitar lingkungan.

"Mari kita manfaatkan lahan sekitar dan menjadikan tanaman lokal seperti ubi kayu, jagung sebagai menu utama makanan kita untuk menambah serapan tanaman pangan lokal kita," katanya.

Berdasarkan data Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian dalam "Direktori Perkembangan Konsumsi Pangan tahun 2019", di Provinsi Lampung konsumsi pangan lokal Lampung untuk kelompok umbi-umbian terutama ubi kayu (singkong) sebagai salah satu pangan lokal Lampung masih berkisar 9,9 kilogram/kapita/tahun, jauh di bawah konsumsi beras yang mencapai 89,6 kilogram/kapita/tahun.
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar