Jakarta (ANTARA Lampung) - Dari 15,5 juta penerima program subsidi pangan beras sejahtera (rastra), sebanyak 9,5 juta tidak menjadi penerima Program Keluarga Harapan (PKH), namun mereka tetap mendapatkan kartu combo sebagai pintu masuk berbagai bansos dan subsidi nontunai.
"Pada kartu combo tersebut, beragam kegunaan seperti untuk bantuan sosial (bansos) PKH dan rastra yang tersedia melalui fitur 'e-wallet' PKH dan rastra," kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di Jakarta, Jumat.
Dia mengatakan, dalam kartu combo atau dikenal dengan kartu serba bisa terdapat e-wallet, misalnya, untuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan rastra.
Jumlah penerima manfaat, kata Mensos, dari program rastra sebanyak 15,5 juta rumah tangga. Sedangkan, untuk PKH pada November 2016 bertambah 2,5 juta sehinga menjadi enam juta penerima dari sebelumnya pada Oktober yang masih pada 3,5 juta.
Bagi penerima rastra yang tidak menerima PKH, sebetulnya ada uang Rp 110 ribu dalam kartu combo yang tidak bisa diuangkan atau dicairkan, melainkan hanya untuk membeli dan memenuhi kebutuhan pangan.
Setiap bulan penerima menerima Rp110 ribu yang hanya bisa dibelikan untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan seperti beras, gula, minyak goreng, dan terigu.
"Misalnya, di kartu combo ada Rp110 ribu, lalu dibelikan di 'e-warong' minyak goreng Rp12,500 jadi tersisa Rp97,500, dijamin tidak hangus dan bulan berikutnya bertambah dari kiriman yang baru," tuturnya.
Penerima rastra sedang berproses di 68 kabupaten/kota. Sedangkan, PKH yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan di 44 kabupaten/kota dengan target Desember terdapat satu juta penerima PKH nontunai.
Sementara untuk e-warong ditargetkan bisa selesai 300 e-warung dari 44 kabupaten/kota pada akhir 2016. (Ant)
