Warga Lampung Timur yang diamuk gajah liar Way Kambas akhirnya meninggal dunia

id Desa Tambah Dadi, Kecamatan Purbolinggo, gajah liar,gajah way kambas

Warga Lampung Timur yang diamuk gajah liar Way Kambas akhirnya meninggal dunia

Foto ilustrasi - Gajah di Taman Nasional Way Kambas (TNWK). ANTARA/Muklasin

Korban meninggal dunia di rumah sakit. Pukul 11.20 WIB tadi.
Lampung Timur (ANTARA) - Warga Desa Tambah Dadi, Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur bernama Zarkoni (44) yang mengalami luka berat setelah diserang gajah liar dari hutan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), dan sempat dirawat di Rumah Sakit Ahmad Yani, Kota Metro akhirnya meninggal dunia, Jumat siang.

"Korban meninggal dunia di rumah sakit. Pukul 11.20 WIB tadi," kata Kepala Seksi II Way Bungur, Balai Taman Nasional Way Kambas Nazarudin saat dihubungi di Lampung Timur, Jumat sore.

Dia mengatakan, korban sudah dibawa ke rumah untuk dimakamkan oleh keluarganya.

Sebelumnya, Zarkoni mengalami luka berat akibat diamuk gajah liar yang ke luar dari hutan TNWK.

Zarkoni mengalami luka patah tulang kaki kiri, dan patah tulang rusuk sebelah kanan.

Kronologi peristiwanya terjadi pada Rabu (9/11) malam. Pukul 19.30 WIB, Zarkoni bersama dua temannya, bernama Sugiyanto (55) dan Saidi (45) pergi ke ladang untuk menjaganya dari gangguan binatang liar. Mereka kemudian menunggu dan beristirahat di gubuk yang berlokasi di perladangan jagung.

Lokasi perladangan para petani ini berdekatan dengan hutan TNWK.

Selanjutnya Zarkoni dan Saidi tidur di atas gubuk, sementara Sugiyanto di bawah untuk berjaga-jaga.

Pukul 02.30 WIB, tiba-tiba satu ekor gajah liar sudah berada di dekat Sugiyanto, sehingga Sugiyanto langsung berlari, dan kemudian gajah tersebut merobohkan gubuk yang saat itu Zarkoni dan Saidi sedang berada di atasnya. Karena Zarkoni tidak sempat berlari, kemudian gajah liar tersebut menyerang Zarkoni. 

Baca juga: Anak gajah di Pusat Latihan Gajah Way Kambas mati
Baca juga: Gajah Way Kambas lukai warga Desa Tambah Dadi Lampung Timur
Pewarta :
Editor : Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2022