Bandarlampung (ANTARA) - Wakil Bupati Pringsewu Fauzi menghadiri acara Forum Anak Pringsewu (Formap) untuk menyampaikan 12 poin permohonan kepada pemerintah kabupaten setempat.
“Kami mendengarkan aspirasi dari Formap kepada Pemerintah, dan setelah mendengarkan akan segera kami tindaklanjuti. Semoga aspirasi dari forum anak ini bisa segera terealisasikan,” kata Fauzi, di Pringsewu, Kamis.
Menurutnya, 12 permohonan yang diajukan, antara lain yakni mendukung upaya Pemerintah dalam mengoptimalkan penanggulangan COVID-19, meningkatkan program yang bertujuan untuk mengurangi diskriminasi terhadap anak, mengoptimalkan partisipasi anak dalam musyawarah pembangunan dari tingkat desa hingga kabupaten.
Kemudian, membuat peraturan tentang pelarangan merokok di transportasi umum, mendukung pemerintah menggali potensi dan memfasilitasi minat dan bakat anak Pringsewu dengan prinsip keadilan, mengadakan peningkatan kapasitas tenaga pendidik dalam bidang IT, mendorong pemerintah menyediakan taman baca dan mengoptimalkan perpustakaan keliling sampai ke pelosok desa.
Lalu, memohon Pemerintah menyediakan konsultasi akademik di setiap sekolah, memohon Pemerintah menyediakan konsultasi akademik di setiap sekolah, mendukung Pemerintah dalam pembatasan penggunaan gawai dan media elektronik di waktu tertentu, dan menyatakan setuju dengan minimalisasi penggunaan sampah sekali pakai.
Fauzi menjelaskan, temu partisipasi anak yang berlangsung selama dua hari dengan mengangkat tema “Melalui Temu Anak Pringsewu Bersama Kita Tingkatkan Integritas Anak sebagai Pelopor dan Pelapor dalam Mewujudkan Indonesia Layak Anak (Idola) 2030”.
Kegiatan itu diikuti sebanyak 36 peserta yang berasal dari perwakilan SMP dan SMA dengan menghadirkan narasumber dari polres dan Granat serta Universitas Lampung.
Acara yang digelar Formap ini mengajak untuk meningkatkan kapasitas diri demi masa depan yang lebih baik, dan mengajak anak-anak untuk berhati-hati serta bijak dalam memanfaatkan teknologi. Karena teknologi merupakan alat atau media, sehingga baik atau tidaknya bergantung dari diri kita yang menggunakan.
“Kalau dipergunakan dengan baik tentunya akan bermanfaat dan menghasilkan hal yang baik-baik, dan sebaliknya. Kita tidak pernah tahu dengan masa depan, makanya kita mengajak untuk memantaskan diri guna mendapatkan masa depan yang gemilang. Yakinlah dengan kekuasaan Illahi agar timbul kepercayaan diri,” katanya pula.
Baca juga: Wabup Fauzi hadiri kegiatan Forum Anak Panggung Rejo
Baca juga: Kabupaten Pringsewu terima bantuan Kementerian PPPA buat perempuan-anak terdampak COVID-19
