Kawasan Wisata Lagoi di Bintan, Kepri segera dibuka mengusung "new normal"

id new normal,new normal kepri, new normal batam,kawasan lagoi,wisata lagoi

Kawasan Wisata Lagoi di Bintan, Kepri segera dibuka mengusung "new normal"

Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar. ANTARA/Naim

Kami sudah mengusulkan Lagoi, kami meminta Lagoi dibuka, karena daerah eksklusif
Batam (ANTARA) - Kawasan Wisata Lagoi di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, segera kembali dibuka, menyusul dengan kebijakan pemerintah untuk hidup "new normal".

"Kami sudah mengusulkan Lagoi, kami meminta Lagoi dibuka, karena daerah eksklusif," kata Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau, Buralimar dalam sambungan telepon dari Batam, Selasa.

Pemerintah pusat menetapkan Kepri, Bali dan Yogyakarta sebagai daerah percontohan "new normal".

Menurut Buralimar, daerah pariwisata yang paling siap adalah Lagoi, karena sifatnya yang eksklusif. Akses masyarakat memasuki daerah itu terbatas.

Selain itu, Kabupaten Bintan juga menjadi zona hijau COVID-19, karena jumlah masyarakat yang terpapar Virus Corona relatif sedikit.

"Pihak Lagoi juga sudah menyusun protokol kesehatannya. Kami dukung. Prinsipnya mereka siap," kata Buralimar.
Baca juga: ASITA sebut limbah minyak ganggu pariwisata Bintan, cemari Resort Lagoi, Pantai Trikora


Kawasan wisata Lagoi merupakan daerah destinasi wisata di Pulau Bintan, yang lengkap dengan sejumlah hotel, resor, mal, dan fasilitas berlibur lainnya seperti pantai eksklusif, lapangan golf dan lainnya.

Namun, mengenai waktu resmi pembukaan Lagoi, ia mengatakan masih menunggu penetapan pemerintah pusat.

Setelah Lagoi, rencananya Pemprov Kepri akan mengajukan pembukaan resor Batam View di Kawasan Wisata Nongsa Batam.

Ia mengatakan, Kawasan Wisata Nongsa di Pulau Batam belum bisa diajukan untuk dibuka. Karena meski relatif eksklusif seperti Kawasan Wisata Lagoi, namun lokasinya masih berdekatan dengan pemukiman penduduk.

"Kawasan Nongsa masih terbuka, tidak seperti Lagoi, karena jarak dengan masyarakat masih ada, jadi mungkin pembukaan di Nongsa secara parsial," kata dia.


 
Pewarta :
Editor : Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar