Fadli Fadlan, bayi kembar siam dirawat intensif di RSUD Cianjur

id cianjur, bayi kembar siam, rsud cianjur

Bayi kembar siam asal Kecamatan Kadupandak, Cianjur, Jawa Barat, dievakuasi ke RSUD Cianjur karena mengalami gangguan pernafasan dan flu, Kamis (22/8) (Ahmad Fikri)

Cianjur (ANTARA) - Bayi kembar siam di bagian kepala Fadli dan Fadlan, warga Kecamatan Kadupandak, Cianjur, Jawa Barat, mendapatkan perawatan intensif di RSUD Cianjur karena mengalami gangguan pernafasan.

Humas RSUD Cianjur, Raya Sandi kepada wartawan di Cianjur, Kamis, mengatakan pihaknya menerima rujukan pasangan bayi kembar siam tersebut dari Puskesmas Kadupandak karena mengalami penyakit sesak nafas dan flu.

Bayi kembar siam anak dari pasangan Sahudin dan Ani itu, sudah beberapakali di rujuk ke RSHS Bandung, guna mendapatkan penanganan medis dan upaya pemisahan di bagian kepala, namun hal tersebut baru dapat dilakukan setelah usianya menginjak empat tahun.

"Saat ini, bayi tersebut tengah menjalani perawatan di ruang rawat inap anak dan sudah mendapatkan penanganan dari dokter anak. Kami sempat menyarankan untuk di rujuk ke RSHS Bandung, namun keluarga menolak," katanya.

Kondisi bayi kembar tersebut, kata dia, masih stabil meskipun mengalami gangguan pernafasan dan flu, namun saat ini sudah berangsur membaik karena mendapatkan perhatian khusus tim medis.

"Untuk saat ini, bayi kembar siam Fadli dan Fadlan, masih menjalani perawatan di ruang bayi RSUD Cianjur, sampai kondisinya membaik baru diperbolehkan pulang dan keberadaanya akan terus diawasi dan di pantau," katanya.

Sebelumnya Polsek Kadupandak, yang dipimpin langsung Kapolsek Kadupandak AKP Yusuf Ruhiman, sempat membawa bayi kembar siam tersebut ke Puskesmas Kadupandak karena mengalami sakit

"Pihak puskesmas memberikan rujukan agar bayi yang dititipkan orang tuanya pada pamannya di Desa Sukakerta, Kadupandak karena sibuk bekerja, perlu mendapatkan penanganan khusus," kata Yusuf.

Karena itu, katanya, pihaknya bersama bidan desa membawa bayi kembar siam tersebut ke RSUD Cianjur, untuk mendapatkan perawatan medis secara intensif.


 
Pewarta :
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar