Gubernur Lampung dan Menhub bahas jalur KA batu bara

id pemprov lampung, kemenhub, shortcut ka babaranjang, sabah balau-panjang,menhub budi karya, gubernur lampung

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi bersama Menhub Budi Karya Sumadi membahas moda transportasi darat, laut, dan udara, di Jakarta, Selasa (25/6/2019) (Antara Lampung/HO)

Bandarlampung (ANTARA) - Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi telah membahas shortcut atau jalur pintas kereta api batu bara sehingga jalurnya tidak melintasi dalam kota.

"Untuk transportasi darat, salah satunya dibahas pembangunan jalur shortcut kereta api batu bara jalur Sabah Balau - Pelabuhan Panjang," kata Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Fahrizal Darminto, dalam keterangan tertulis yang diterima di Bandarlampung, Selasa.

Ia menjelaskan, dengan jalur pintas ini, nantinya kereta api batu bara tidak lagi melewati jalur dalam kota.

Fahrizal menjelaskan, ke depannya target angkutan batu bara bisa mencapai 30 juta ton/tahun.

"Untuk tahap awal, sedang disusun perencanaan untuk pembebasan lahan," ujarnya.

Fahrizal menyebutkan bahwa Menhub mendorong dibangun trase kereta api sampai ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.

"Nantinya jangka panjangnya jalur ini sampai ke Pelabuhan Bakauheni dan digunakan sebagai kereta umum. Ini akan menjadi jalur kereta api Sumatera nantinya," katanya.

Fahrizal menjelaskan, untuk pengembangan infrastruktur darat lainnya adalah Terminal Rajabasa, yang akan dikembangkan sekelas dengan bandara. "Jadi nantinya Terminal Rajabasa itu sekelas terminal di bandara, kira-kira begitu," kata Fahrizal.

Menurut Fahrizal, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi bersama Menhub Budi Karya juga membahas pengembangan moda transportasi laut dengan mengembangkan Pelabuhan Panjang.

Ia menjelaskan, pengembangan Pelabuhan ini nantinya akan menjadi pelabuhan kelas dunia dan sebagai jalur pertumbuhan perekonomian Lampung. "Sehingga pelabuhan kita lebih banyak berperan untuk ekspor dan impor," katanya.

Sedangkan sebagai bentuk keseriusan pengembangan moda transportasi udara pihaknya juga membicarakan pengembangan Bandara Radin Inten II yang sebelumnya dikelola oleh Kementerian Perhubungan kini dialihkan kepada Angkasa Pura II.

"Menhub juga mendorong untuk pengembangan bandara dengan melibatkan Angkasa Pura II untuk mengelola itu," ujar Fahrizal.
Baca juga: Truk dilarang melintas di Jambi
Baca juga: Pemerintah diminta tindak pengemudi truk bermuatan lebih

 
Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar