Perajin tempe Lampung Timur tidak naikkan harga

id perajin tempe,herga kedelai naik, bahan baku tempe, kedelai, lampung timur, labuhan maringgai, pasar alang-alang

Pedagang tempe di Pasar Alang-Alang, Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur, (Foto: Antaralampung.com/Muklasin)

kenaikan harga kedelai tidak membuatnya menaikkan harga jual tempe
Lampung Timur  (Antaranews Lampung) - Kenaikan kurs mata uang dolar Amerika Serikat terhadap rupiah berpengaruh terhadap harga komoditas kedelai sebagai bahan baku pembuatan tempe, namun perajin tempe di Kabupaten Lampung Timur tidak menaikkan harga jual tempe ke konsumen.

Mansur, perajin tempe yang ditemui saat berkeliling menjual tempe buatannya di Pasar Alang-Alang, Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur, Jumat, menyatakan tidak menaikkan harga tempe yang dijual ke pelanggannya meski dolar AS sedang naik.

Tempe yang dia jual per bungkus masih tetap Rp2.000. Ukuran tempe yang dijual 11x25 cm dan 11x20 cm. "Meskipun dolar naik, harga tempe tidak saya naikkan," katanya pula.

Mansur mengakui akibat kurs dolar AS naik terutama terhadap rupiah sejak beberapa bulan ini berpengaruh terhadap harga kedelai sebagai bahan baku pembuatan tempe.

Harga kedelai naik Rp1.000 per kilogram.

"Dari Rp7.000 per kilogram menjadi Rp8.000 per kilogram," ujarnya pula.

Mansur menyatakan kenaikan harga kedelai tidak membuatnya menaikkan harga jual tempe.

Karena saat harga kedelai naik, dia mengurangi sedikit ketebalan tempe.

Menurut dia, pelanggannya tidak protes tempe buatannya berkurang ketebalannya karena mereka tahu harga kedelai naik. "Tidak protes karena ketebalannya berkurang sedikit saja," ujarnya lagi.

 
Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar