Bulog Lampung salurkan subsidi kedelai Rp3,8 miliar

id Kedelai Lampung, subsidi kedelai, perajin tempe tahu, Bulog lampung,Antara Lampung, Lampung Update

Bulog Lampung salurkan subsidi kedelai Rp3,8 miliar

Ilustrasi- Bulir kedelai milik perajin tahu tempe di Bandarlampung. ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.

Bandarlampung (ANTARA) - Perum Bulog Divisi Regional Lampung mengatakan realisasi penyaluran subsidi selisih harga bagi pembelian kedelai Rp1.000 per kilogram bagi perajin tahu tempe di daerahnya sebanyak Rp3,8 miliar.

"Bulog memang mendapatkan penugasan untuk membantu perajin tempe dan tahu agar mendapatkan harga kedelai yang terjangkau, melalui penyaluran subsidi selisih harga kedelai," ujar Kepala Perum Bulog Divisi Regional Lampung, Etik Yulianti, di Bandarlampung, Sabtu.

Ia mengatakan, realisasi penyaluran subsidi kedelai dengan besaran Rp1.000 per kilogram pada April-Juli telah mencapai Rp3,8 miliar.

"Setelah ada kesepakatan dengan Kementerian Perdagangan dan Bulog untuk menyalurkan subsidi ini, realisasi pada April-Juli sudah ada Rp3,83 miliar," katanya.

Dia melanjutkan, penyaluran subsidi kedelai tersebut dilakukan melalui Koperasi Produsen Tempe dan Tahu Indonesia (Kopti) yang tersebar di 15 kabupaten dan kota di Provinsi Lampung.

"Realisasi pada bulan itu setara 41 persen atau yang sudah terserap ada 3.836 ton," ucap dia.

Ia menjelaskan, untuk total kuota kedelai yang ada berjumlah 13.000 ton dengan angka kuota per bulan sebesar 4.500 ton.

"Dengan jumlah yang terserap 3.836 ton per bulan harapannya bisa lebih cepat dikoordinirnya, sehingga penyaluran lebih cepat pula dan stabilitas harga kedelai bagi perajin tahu tempe dapat segera terjadi," tambahnya.

Menurut dia, belum maksimalnya serapan subsidi kedelai tersebut terjadi akibat adanya kesulitan dalam pemenuhan syarat administrasi bagi perajin yang mengajukan subsidi, lalu kontrak yang dilakukan pun terlampau cepat dengan waktu dua pekan.

"Kontrak ini waktunya cepat hanya dua minggu jadi ada permintaan untuk diperpanjang menjadi satu bulan, lalu kesulitan dalam pemenuhan syarat administrasi ini juga mempengaruhi serapan subsidi kedelai jadi harapannya bisa jadi lebih mudah bagi perajin tahu tempe," ucap dia.

Dia mengatakan, diharapkan kemudahan dalam pemenuhan persyaratan, perpanjang masa kontrak dapat dilakukan pada masa penyaluran selanjutnya yakni pada Oktober-Desember.

"Mudah-mudahan pada Oktober pekan ini setelah lelang bisa lebih cepat terserap sesuai dengan yang telah ditetapkan," ujar dia.