Bandarlampung (ANTARA) - Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (KTPTH) Provinsi Lampung Elvira Umihanni mengatakan bahwa penggunaan dan pembuatan pupuk organik cair di provinsi tersebut ditargetkan dapat bertambah jangkauannya hingga mencapai 1.000 titik selama 2026.
"Dengan ada tambahan target 1.000 titik di 2026, sehingga totalnya nanti akan ada 1.500 titik. Sedangkan jumlah desa di Lampung ada sebanyak 2.651, maka dapat dikatakan kalau program ini sudah terimplementasi hampir lebih dari separuh dari total desa di Lampung," kata Elvira Umihanni di Bandarlampung, Kamis.
Ia menilai pelaksanaan Program Pupuk Organik Cair di 2025 telah berjalan baik karena mencakup sebanyak 500 titik pengembangan pupuk organik di desa di berbagai kabupaten.
"Sebenarnya dalam penerapan program pupuk hayati atau pupuk organik cair yang merupakan program Gubernur ini, semua tidak mengira akan bisa dilakukan secara merata ke desa-desa dengan capaian pelaksanaan program cukup baik selama 2025," katanya.
Dengan perkembangan Program Pupuk Organik Cair tersebut, lanjut dia, maka di 2026 ditargetkan penggunaan dan pembuatan pupuk organik cair dapat lebih baik dari sebelumnya.
Saat ini, ia pun memastikan, berdasarkan hasil kegiatan monitoring dan evaluasi di lapangan, penggunaan pupuk organik cair tersebut mampu meningkatkan produktivitas lahan pertanian.
"Jadi dengan adanya program ini diperkirakan produksi kita bisa meningkat 15-20 persen atau di kisaran 3,8 juta ton padi, lalu indeks pertanaman juga bisa naik menjadi 2,3 kali tanam," tambahnya.
Sebelumnya, Gubernur Lampung telah mengembangkan rencana penggunaan serta pembuatan pupuk organik hingga tingkat desa, melalui Program Pupuk Organik Cair (POC) untuk mendukung produktivitas pangan.
Baca juga: Alokasi pupuk subsidi jenis NPK di Lampung capai 387.830 ton pada 2026
Baca juga: Lampung targetkan indeks pertanaman dapat meningkat 2,3 kali tanam
Baca juga: Produksi jagung Lampung naik 272 ribu ton di 2025
