Logo Header Antaranews Lampung

Alokasi pupuk subsidi jenis NPK di Lampung capai 387.830 ton pada 2026

Rabu, 14 Januari 2026 14:25 WIB
Image Print
Ilustrasi- Lahan pertanian yang hendak di kelola di musim tanam tiga 2025 di Kabupaten Pringsewu. ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.
Alokasi pupuk bersubsidi bagi sektor pertanian di Provinsi Lampung di tahun anggaran 2026 sudah ditetapkan berdasarkan jenis, jumlah dan sebaran di kabupaten dan kota

Bandarlampung (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (KTPTH) Provinsi Lampung menyatakan alokasi pupuk subsidi jenis NPK pada 2026 bagi petani di provinsi tersebut mencapai 387.830 ton.

"Alokasi pupuk bersubsidi bagi sektor pertanian di Provinsi Lampung di tahun anggaran 2026 sudah ditetapkan berdasarkan jenis, jumlah dan sebaran di kabupaten dan kota," ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (KTPTH) Provinsi Lampung Elvira Umihanni di Bandarlampung, Rabu.

Ia mengatakan keputusan atas penetapan alokasi pupuk bersubsidi tersebut mulai berlaku pada 1 Januari 2026.

Menurut dia, rincian alokasi pupuk subsidi per jenis pupuk, yakni untuk jenis NPK total ada sebanyak 387.830 ton, untuk pupuk subsidi dengan jenis Urea total alokasi berjumlah 309.110 ton, NPK Kakao sebanyak 7.495 ton, pupuk organik 5.994 ton, dan pupuk subsidi jenis ZA berjumlah 282 ton.

"Bila dirincikan berdasarkan alokasi bagi 15 kabupaten dan kota di Provinsi Lampung meliputi untuk Kabupaten Lampung Barat jumlah alokasi Urea sebanyak 4.242 ton, NPK berjumlah 20.930 ton, NPK Kakao 349 ton, pupuk organik 370 ton," ucap dia.

Selanjutnya Kabupaten Tanggamus untuk Urea 10.550 ton, NPK 13.858 ton, NPK Kakao 1.513 ton, pupuk organik 70 ton, Kabupaten Lampung Selatan untuk Urea 49.082 ton, NPK 56.876 ton, NPK Kakao 53 ton dan pupuk organik 1.178 ton, alokasi Kabupaten Lampung Timur untuk Urea 65.150 ton, NPK 69.840 ton, NPK Kakao 1.830 ton, dan pupuk organik 594 ton.

Kemudian alokasi pupuk subsidi bagi Kabupaten Lampung Tengah untuk Urea 85.366 ton, NPK 90.720 ton, NPK Kakao 508 ton, dan pupuk organik 493 ton, ZA 42 ton. Kabupaten Lampung Utara untuk Urea alokasi sebanyak 21.098 ton, NPK 29.410 ton, NPK Kakao 4 ton, pupuk organik 920 ton, ZA 147 ton. Kabupaten Waykanan untuk alokasi Urea sebanyak 19.034 ton, NPK 26.900 ton, NPK Kakao 3 ton, pupuk organik 109 ton, ZA 90 ton.

Lalu alokasi pupuk subsidi bagi Kabupaten Tulang Bawang untuk Urea sebanyak 12.314 ton, NPK 22.824 ton, dan pupuk organik 1.217 ton, Kabupaten Pesawaran alokasi Urea sebanyak 12.240 ton, NPK 13.376 ton, NPK Kakao 1.879 ton, pupuk organik 216 ton.

Alokasi pupuk subsidi bagi Kabupaten Pringsewu berjumlah 7.953 ton, NPK 9.762 ton, NPK Kakao 1.354 ton, pupuk organik 19 ton, Kabupaten Mesuji alokasi pupuk Urea 9.294 ton, NPK 12.332 ton, NPK Kakao 1 ton, pupuk organik 34 ton, Kabupaten Tulang Bawang alokasi pupuk subsidi jenis Urea berjumlah 6.415 ton, NPK 9.844 ton, pupuk organik 686 ton, ZA 3 ton, di Kabupaten Pesisir Barat alokasi pupuk Urea 4.509 ton, NPK 9.120 ton, NPK Kakao 1 ton.

Lalu alokasi pupuk subsidi di Kota Bandarlampung untuk pupuk Urea berjumlah 250 ton, NPK 342 ton dan pupuk organik 2 ton, alokasi pupuk subsidi di Kota Metro untuk Urea sebanyak 1.613 ton, NPK 1.696 ton, pupuk subsidi 86 ton.



Pewarta :
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026