
Pemkot Bandarlampung sebut sektor tersier penyumbang terbesar investasi

Sektor tersier seperti perhotelan, restoran dan transportasi jadi penyumbang tersebut dengan Rp2,3 triliun
Bandarlampung (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung menyebutkan bahwa sektor tersier menjadi penyumbang terbesar investasi di kota ini dengan capaian Rp2,3 triliun.
"Sektor tersier seperti perhotelan, restoran dan transportasi jadi penyumbang tersebut dengan Rp2,3 triliun," kata Kepala Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bandarlampung Febriana, di Bandarlampung, Kamis.
Kemudian, lanjut dia, untuk investasi pada sektor sekunder di kota ini mencapai Rp724 miliar dan sektor primer yang sektor primer yang mencakup pertanian dan pertambangan menyumbang Rp9,96 miliar.
"Total proyek investasi yang terealisasi hingga Triwulan III mencapai 5.209 proyek, terdiri dari 4.775 penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan 434 penanaman modal asing (PMA) dengan total realisasi capaian investasi triwulan ke III Tahun 2025 mencapai Rp3 triliun," kata dia.
Febriana mengatakan bahwa capaian realisasi investasi pada triwulan ke III yang mencapai Rp3 triliun ini sudah melampaui target yang telah ditetapkan sebesar Rp2,7 triliun.
"Capaian tersebut menjadi sinyal positif terhadap iklim investasi di Bandarlampung, sekaligus menunjukkan kepercayaan pelaku usaha terhadap stabilitas ekonomi daerah," kata dia.
Dia pun mengatakan bahwa, berdasarkan arahan Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana, DPMPTSP terus berupaya agar para investor berinvestasi di kota ini.
"Terlebih memang iklim investasi di kota ini pada 2025 mengalami tren yang positif," kata dia.
Baca juga: Lampung buka peluang investasi sapi perah tambah produksi susu
Baca juga: Sebanyak 15 investor telah sepakat untuk berinvestasi ke Lampung
Baca juga: Gubernur Lampung sebut setiap investasi wajib serap tenaga kerja lokal
Pewarta : Dian Hadiyatna
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
