Logo Header Antaranews Lampung

Disnakkeswan Lampung perluas edukasi ternak unggul kambing Saburai

Selasa, 13 Januari 2026 21:45 WIB
Image Print
Arsip- Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Lampung Lili Mawarti saat memberi keterangan. ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.
Oleh karena itu, kami tengah mengedukasi kembali ke peternak bahwa kambing Saburai itu tidak kalah dengan kambing unggulan yang lain.

Bandarlampung (ANTARA) - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Lampung memperluas edukasi kambing Saburai sebagai salah satu ternak unggul lokal di daerah tersebut.

"Jadi di Provinsi Lampung memiliki dua plasma nuftah yang merupakan sumber daya genetik asli untuk pengembangan varietas unggul yakni sapi Krui dan kambing Saburai," ujar Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Lampung Lili Mawarti di Bandarlampung, Selasa.

Ia mengatakan, untuk melestarikan sekaligus memperkenalkan lebih luas mengenai kambing Saburai sebagai ternak unggul lokal, pihaknya telah membentuk UPTD Kambing Saburai.

"Pengembangan kambing Saburai dulu di Kabupaten Tanggamus, Pringsewu, dan Pesawaran. Namun edukasi perlu diperluas karena sekarang orang sudah mulai beralih ke kambing Boer. Padahal sebenarnya kambing Saburai itu merupakan persilangan antara kambing Boer dengan kambing Etawa, dan pada grade tertentu dia akan muncul sifat kambing Saburai," katanya.

Lili juga menjelaskan fenomena di masyarakat yang menganggap kambing Saburai sebagai kambing persilangan kambing Boer, atau Cross Boer.

"Oleh karena itu, kami tengah mengedukasi kembali ke peternak bahwa kambing Saburai itu tidak kalah dengan kambing unggulan yang lain. Kemudian sudah dilakukan rapat lagi dengan akademisi, pengawas ternak, dan melakukan sosialisasi juga ke kabupaten serta kota, agar kambing Saburai tidak punah, dan tidak habis," ucap dia.

Ia mengatakan jumlah populasi kambing Saburai saat ini yang tercatat, yakni di Kabupaten Tanggamus berjumlah sekitar 611 ekor.

"Dan bisa kita lihat bahwa di Lampung itu ada asosiasi kambing Saburai, jadi memang masih ada yang melestarikan kambing unggul lokal ini. Lalu kami sedang melakukan pembinaan, pendampingan lagi ke peternak-peternak agar plasma nuftah kita ini dikenal serta jangan ada kesalahan persepsi sebagai kambing Cross Boer," ucap dia.

Menurut dia, pihaknya pun terus melakukan edukasi terkait ciri-ciri fisik dari kambing Saburai yakni berwarna putih, lalu ada corak cokelat atau hitam di bulunya. Kemudian memiliki postur tubuh gempal dan kokoh.

"Lalu untuk jumlah kambing Saburai yang ada di UPTD Kambing Saburai ada sebanyak 131 ekor. Dan kemungkinan akan dibuat juga kontes kambing Saburai untuk memperkenalkan kembali ternak unggulan daerah," ujar dia.

Selain itu, pihaknya pun akan membuat regulasi terkait pengawasan terhadap kambing Saburai agar tidak terlalu banyak dijual keluar daerah.

"Kemudian kita juga ada inseminasi buatan khusus kambing Saburai di UPTD Balai Inseminasi Buatan Daerah (BIBD) yang tengah memproduksi semen beku kambing Saburai, agar tetap terjaga populasinya sebagai ternak unggul lokal Lampung," kata dia.

Baca juga: Gubernur Lampung ajak peternak dan petani untuk hasilkan pakan mandiri

Baca juga: Lampung terima alokasi program Ayam Merah Putih untuk 60 kelompok ternak

Baca juga: Inovasi inkubator pintar jadi solusi teknologi Unila untuk peternak kambing di Lamteng



Pewarta :
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026