Logo Header Antaranews Lampung

Gubernur Lampung ajak peternak dan petani untuk hasilkan pakan mandiri

Senin, 24 November 2025 21:48 WIB
Image Print
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat mengaplikasikan pupuk organik cair buatan masyarakat desa di provinsi tersebut. ANTARA/HO-Pemprov Lampung.
Jika pakan murah, maka berdampak pada kesehatan anak-anak kita yang terjamin, kesejahteraan meningkat.

Bandarlampung (ANTARA) - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengajak para peternak dan petani agar dapat mandiri menghasilkan pakan ternak untuk mendorong peningkatan produksi ternak di provinsi tersebut.

"Kita semua ingin desa maju, petani makmur, rakyat sejahtera sehingga dihadirkan berbagai program yang dimulai dari desa," ujar Rahmat Mirzani Djausal berdasarkan keterangannya di Bandarlampung, Senin.

Ia pun memastikan kehadiran pakan ternak yang dikelola secara mandiri dapat berdampak pada ketersediaan pakan dengan harga terjangkau serta peningkatan produktivitas hasil pertanian masyarakat desa.

"Jika pakan murah, maka berdampak pada kesehatan anak-anak kita yang terjamin, kesejahteraan meningkat. Oleh karena itu mari sukseskan baik program pemerintah pusat, maupun program pemerintah daerah, sebab kita ingin Indonesia maju dimulai dari desa yang maju dan sejahtera," katanya.

Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di desa dan mendorong kemandirian petani, Pemerintah Provinsi Lampung juga telah melaksanakan program pembuatan pupuk organik cair.

"Program pembuatan pupuk organik cair adalah salah satu program pertanian yang dikembangkan di Provinsi Lampung, guna mengurangi kebutuhan serta ketergantungan para petani akan pupuk kimia," ucap dia.

Menurut dia, program pupuk organik cair dapat dibuat secara mandiri oleh masyarakat baik individu maupun kelompok tani, dan bertujuan meningkatkan produktivitas hasil pertanian dengan kemandirian masyarakat desa.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Lampung telah menargetkan pelaksanaan program pupuk organik cair dapat menjangkau sebanyak 2.000 desa di provinsi tersebut.

Setiap desa diharapkan dapat mengelola 400 hektare lahan dengan pupuk organik cair.

Sementara itu, Lampung juga memiliki sejumlah potensi pakan ternak dari komoditas jagung, ubi kayu, dan berbagai komoditas pertanian lain yang dapat diolah mandiri untuk mendukung sektor peternakan.

Untuk memastikan pakan ternak tersebut berkualitas baik, saat ini telah dilakukan pengawasan mutu pakan ternak yang dilakukan oleh UPTD Balai Pelayanan Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Laboratorium Pakan Provinsi Lampung.

Pengawasan dilaksanakan dengan memeriksa sampel pakan ternak setiap tiga bulan sekali ke peternak dan perusahaan pakan ternak di daerahnya.

Baca juga: Gubernur Lampung ajak jadikan wastra Lampung bagian gaya hidup masyarakat

Baca juga: Gubernur Lampung: Posyandu enam SPM perluas akses kesehatan masyarakat

Baca juga: Gubernur Lampung: Perkuat pengawasan peredaran narkoba untuk lindungi anak muda



Pewarta :
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026